Salah satu kemitraan paling menguntungkan dalam tinju Inggris modern berada di ambang kehancuran. Conor Benn, yang selama ini menjadi anak emas Matchroom Boxing, mulai menunjukkan tanda-tanda ketidaksenangan yang bisa berujung pada perpisahan dramatis dengan promotor kawakan Eddie Hearn.
Isu ini mencuat seiring dengan meningkatnya kehadiran Dana White di sirkuit tinju global. Benn dilaporkan tertarik dengan model bisnis yang ditawarkan White—yang dikenal lewat tangan besinya di UFC—terutama di saat Benn merasa dukungan terhadap kariernya di tanah air sendiri mulai merosot akibat masalah birokrasi dan tes doping yang belum sepenuhnya tuntas di mata publik Inggris.
Analisis Dinamika Perpisahan:
- Faktor Loyalitas: Eddie Hearn telah membela Benn melalui berbagai badai hukum, namun Benn tampaknya merasa butuh "wajah baru" untuk memulihkan citra globalnya.
- Ekosistem Dana White: Masuk ke lingkaran Zuffa Boxing bisa membuka akses Benn ke pasar Amerika Serikat dengan cara yang berbeda dari promotor tradisional Inggris.
- Dampak Matchroom: Kehilangan Benn akan menjadi pukulan telak bagi daftar petinju elit Hearn, mengingat nilai jual Benn yang sangat tinggi dalam format Pay-Per-View.
Eddie Hearn sendiri selama ini dikenal memiliki hubungan "benci tapi rindu" dengan Dana White. Jika Benn benar-benar menyeberang, ini akan menjadi pernyataan perang terbuka antara model promosi tinju tradisional melawan sistem korporasi gaya MMA. Bagi Benn, ini adalah pertaruhan besar: apakah ia akan menjadi pelopor era baru tinju di bawah asuhan White, atau justru kehilangan mesin pemasaran masif yang telah membangun namanya selama ini?
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai pemutusan kontrak, namun bahasa tubuh dan interaksi media sosial Benn menunjukkan bahwa negosiasi di balik layar sedang berlangsung panas. Dunia tinju kini menantikan apakah "The Destroyer" akan tetap berada di bawah bendera Matchroom atau memilih menjadi bagian dari revolusi tinju yang dijanjikan oleh Dana White.




