Google tampaknya ingin membuat interaksi dengan AI terasa lebih personal dan tidak kaku. Berdasarkan laporan dari Android Police pada 23 Februari 2026, NotebookLM tengah menyiapkan pembaruan yang memungkinkan pengguna memberikan "sentuhan kepribadian" pada buku catatan digital mereka. Fitur ini dirancang agar asisten AI tidak hanya sekadar meringkas data, tetapi juga memiliki gaya bahasa dan karakteristik unik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Evolusi dari Alat Bantu Menjadi Rekan Berpikir
Selama ini, NotebookLM dikenal karena kemampuannya menyerap dokumen dan memberikan jawaban akurat berdasarkan sumber tersebut. Dengan fitur kepribadian baru ini, pengguna dapat memilih "vibe" atau gaya respons AI—misalnya, gaya yang lebih formal untuk riset akademis, atau gaya yang lebih santai dan kreatif untuk sesi curah ide (brainstorming). Secara teknis, ini melibatkan penyesuaian pada lapisan interaksi AI yang memungkinkan variasi dalam nada bicara tanpa mengorbankan akurasi data primer.
Selain gaya bahasa, pembaruan ini diprediksi akan menyertakan elemen visual yang membedakan setiap buku catatan berdasarkan kepribadiannya. Google berupaya menjadikan NotebookLM sebagai ruang kerja yang lebih ekspresif, di mana AI bisa berperan sebagai kritikus yang tajam, mentor yang sabar, atau rekan kolaborasi yang ceria. Langkah ini merupakan strategi Google untuk meningkatkan keterikatan emosional pengguna (user engagement) di tengah persaingan ketat aplikasi produktivitas berbasis AI.
Personalisasi di Era AI Generatif
Tren personalisasi ini menunjukkan bahwa masa depan AI bukan hanya soal "apa" yang dikatakan, tapi "bagaimana" cara menyampaikannya. Bagi para pelajar, peneliti, dan profesional, memiliki asisten digital yang bisa menyesuaikan diri dengan konteks pekerjaan akan sangat membantu produktivitas. NotebookLM kini berupaya mendobrak batasan antara mesin dan manusia, menjadikan proses pengelolaan pengetahuan terasa lebih hidup dan menyenangkan.




