Lanskap teknologi di Asia terus bergerak cepat dengan AI sebagai penggerak utama sekaligus tantangan baru bagi birokrasi dan infrastruktur. Dari peringatan Infosys mengenai sistem warisan hingga lonjakan gugatan hukum berbasis AI di Australia, pekan ini menandai pergeseran signifikan dalam cara organisasi mengelola teknologi. Sementara itu, inovasi fisik seperti drone pengiriman jarak jauh di Vietnam dan robot humanoid di Tiongkok mempertegas ambisi kawasan ini dalam memimpin otomatisasi global.
AI: Modernisasi Sistem dan Paradoks Produktivitas
Ketua Infosys, Nandan Nilekani, menyatakan bahwa kehadiran AI kini menghilangkan alasan bagi perusahaan untuk mempertahankan legacy systems yang memakan 60-80% anggaran IT. AI dianggap sebagai alat modernisasi tercepat dan termurah. Namun, Nilekani memperingatkan risiko "AI legacy" di masa depan—tumpukan kode dan konten yang dihasilkan AI yang nantinya harus dibersihkan kembali. Ia juga menyoroti "produktivitas palsu", di mana AI digunakan hanya untuk memperpanjang email singkat menjadi panjang, yang kemudian diringkas kembali oleh penerimanya menggunakan AI, tanpa menghasilkan nilai tambah nyata.
Badai AI di Pengadilan Australia dan Inovasi Logistik Vietnam
Di Australia, Fair Work Commission melaporkan lonjakan beban kerja hingga 50.000 kasus tahun ini (naik dari rata-rata 30.000). Lonjakan ini dipicu oleh penggunaan ChatGPT yang memudahkan karyawan menyusun gugatan pemecatan tidak adil. Akibatnya, lembaga tersebut akan mewajibkan pengungkapan penggunaan AI dalam setiap pengajuan dokumen.
Beralih ke Asia Tenggara, Vietnam resmi membuka rute pengiriman paket via drone melintasi perairan antara Can Gio dan Vung Tau. Rute udara sepanjang 25 km ini memangkas jarak tempuh darat yang mencapai 119 km akibat kemacetan di Ho Chi Minh City. Selain itu, pemerintah Vietnam juga telah menyetujui operasional layanan broadband satelit Starlink milik SpaceX di wilayahnya.
Diplomasi Silika dan Robotika Tiongkok
India resmi menandatangani Pax Silica bersama Amerika Serikat, sebuah kesepakatan untuk mengamankan rantai pasok semikonduktor dan pengembangan AI yang aman. Di Tiongkok, perayaan Tahun Baru Imlek diwarnai dengan unjuk kebolehan robot humanoid yang mampu melakukan gerakan Kung Fu, salto, hingga menggunakan pedang dengan presisi tinggi. Hal ini menunjukkan kemajuan pesat industri robotika Tiongkok yang kini mulai menarik perhatian netizen global secara masif.




