Di tengah badai restrukturisasi dan efisiensi biaya, pemimpin tertinggi Ubisoft akhirnya angkat bicara mengenai masa depan raksasa gaming asal Prancis tersebut. Berdasarkan laporan dari Video Games Chronicle (VGC) pada 21 Februari 2026, CEO Yves Guillemot mengonfirmasi bahwa perusahaan tengah mengerjakan "beberapa" judul baru untuk dua waralaba terbesar mereka, Assassin's Creed dan Far Cry. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Ubisoft untuk kembali fokus pada IP inti guna memastikan keberlanjutan finansial jangka panjang di industri yang semakin kompetitif.
Fokus pada IP Inti dan Diversifikasi Pengalaman
Guillemot mengungkapkan bahwa pengembangan proyek-proyek ini akan dikelola di bawah bendera Vantage Studios, sebuah entitas yang didukung oleh Tencent. Untuk Assassin's Creed, beberapa judul sedang dalam tahap pengerjaan yang mencakup pengalaman pemain tunggal (single-player) tradisional dan juga pengalaman multipemain (multiplayer). Targetnya adalah terus memperluas komunitas yang pada tahun lalu telah melampaui angka 30 juta pemain aktif.
Sementara itu, untuk waralaba Far Cry, antisipasi publik tetap tinggi dengan dua proyek yang diklaim sangat menjanjikan sedang dalam pengembangan intensif. Reorganisasi tim kreatif menjadi unit-unit otonom atau 'creative houses' diharapkan dapat meningkatkan kecepatan eksekusi dan kolaborasi tanpa hambatan birokrasi yang selama ini sering dikritik. Namun, ambisi ini dibarengi dengan realitas pahit pemangkasan biaya yang telah menyebabkan pembatalan enam gim dan penundaan tujuh judul lainnya dalam beberapa bulan terakhir.
Menanggapi Ketegangan Internal
Selain pembaruan produk, Guillemot juga merespons protes keras dari serikat pekerja terkait pengurangan tenaga kerja yang mencapai 18% dari total staf di markas Paris. Ia mengakui adanya ketegangan dan kekhawatiran yang sah dari para karyawan, namun menekankan bahwa transformasi ini mutlak diperlukan agar Ubisoft tetap relevan. Fokus utama perusahaan saat ini adalah menyeimbangkan antara ambisi kreatif yang tinggi dengan disiplin operasional guna memenuhi standar kualitas yang diharapkan oleh para pemain secara global.




