Setiap klub sepak bola hebat membutuhkan lagu yang mampu menggetarkan jiwa para pendukungnya. Bagi Salford City, lagu tersebut adalah "Dirty Old Town". Bukan sekadar melodi peneman saat tim memasuki lapangan Moor Lane, lagu ini merupakan pernyataan identitas yang menempatkan kota mereka tepat di pusat narasi. Laporan dari Goal.com pada 13 Februari 2026 menelusuri sejarah panjang lagu ini dan mengapa liriknya begitu meresap di hati para loyalis The Ammies.
Bukan Tentang Dublin, Tapi Salford
Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah anggapan bahwa "Dirty Old Town" bercerita tentang Dublin, Irlandia. Hal ini terjadi karena popularitas lagu tersebut yang dibawakan dengan penuh semangat oleh band-band folk Irlandia seperti The Dubliners dan The Pogues. Namun, faktanya lagu ini ditulis pada tahun 1949 oleh penyanyi folk Inggris, Ewan MacColl, khusus untuk menggambarkan lanskap industri kota kelahirannya: Salford.
Lirik aslinya penuh dengan referensi geografis Salford yang nyata. Kalimat "gasworks wall" merujuk pada area di dekat pabrik gas Salford, sementara "old canal" adalah sebutan untuk kanal Manchester, Bolton, dan Bury yang kini sudah tidak digunakan. Bahkan istilah "smoky wind" dalam beberapa versi dinyanyikan sebagai "Salford wind". Bagi para penggemar, menyanyikan lagu ini berarti merayakan akar industri dan ketangguhan kota mereka di tengah modernitas sepak bola Inggris yang kini didukung oleh legenda seperti Gary Neville dan David Beckham.
Simbol Kebanggaan Komunitas
Di bawah kepemilikan Class of '92, Salford City memiliki ambisi besar untuk terus naik di piramida liga Inggris. Di tengah transformasi besar tersebut, "Dirty Old Town" menjadi jangkar yang menjaga hubungan emosional klub dengan komunitas lokalnya. Saat melodi ini menggema di stadion—baik di kandang maupun saat laga tandang—ia mengingatkan semua orang bahwa tidak peduli seberapa jauh klub ini melangkah, mereka akan selalu menjadi representasi dari "kota tua yang kotor" namun penuh dengan kebanggaan tersebut.




