Kabar angin segar berembus bagi para pemburu dividen di Bursa Efek Indonesia. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali menegaskan komitmennya untuk memanjakan pemegang saham dengan rencana pembagian dividen tunai yang diperkirakan mencapai rasio pembayaran (payout ratio) hingga 100 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Sinyal kuat ini disampaikan manajemen seiring dengan rilis kinerja keuangan tahunan pada Jumat, 13 Februari 2026, yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan (turnaround) setelah periode yang menantang di tahun sebelumnya.
Pemulihan Kinerja Top Line
Keputusan untuk mempertahankan rasio pembayaran dividen yang agresif ini didukung oleh fundamental yang mulai membaik. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, UNVR mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp31 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh positif sekitar 4% secara tahunan (YoY). Angka ini menjadi titik balik penting setelah perusahaan sempat mengalami kontraksi penjualan (-21% YoY) pada tahun 2024.
Segmen Home & Personal Care menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan penjualan mencapai 20% pada kuartal keempat 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi penyesuaian harga dan inovasi produk yang diterapkan manajemen mulai diterima kembali oleh konsumen Indonesia, meskipun daya beli masyarakat masih dalam tahap pemulihan.
Strategi Menjaga Kepercayaan Investor
Langkah membagikan hampir seluruh laba sebagai dividen bukanlah hal baru bagi UNVR; pada tahun buku 2024, rasio pembayaran bahkan mencapai 99,7%. Bagi investor, kebijakan ini memberikan kepastian arus kas (cash flow) di tengah volatilitas harga saham sektor barang konsumsi (FMCG). Dengan asumsi laba bersih yang stabil seiring pertumbuhan penjualan, imbal hasil dividen (dividend yield) UNVR diproyeksikan tetap menjadi salah satu yang paling menarik di indeks LQ45, menjadikannya opsi defensif yang solid di portofolio investasi tahun 2026.




