Populasi Grouse Menyusut, Ohio Setop Perizinan Berburu untuk Pertama Kali Sejak 1937
Baca dalam 60 detik
- Ohio menutup izin berburu ruffed grouse karena jumlah burung terus merosot, memicu kekhawatiran bagi ekonomi pedesaan.
- Perubahan iklim memperluas wilayah nyamuk pembawa virus West Nile, sementara hutan yang menua mengurangi habitat alami burung.
- Penurunan populasi mengancam industri perburuan senilai miliaran dolar dan menjadi peringatan bagi pengelolaan satwa liar global.

Ohio resmi menghentikan penerbitan izin berburu ruffed grouse untuk pertama kalinya dalam 88 tahun terakhir. Keputusan ini diambil setelah populasi burung yang dikenal lincah itu merosot tajam, menandai titik terendah baru dalam sejarah konservasi satwa liar di Amerika Serikat bagian timur.
Ruffed grouse, yang sebelumnya tersebar luas dari Pegunungan Appalachian hingga Alaska, kini menghadapi tekanan ganda: hilangnya habitat akibat hutan yang menua dan penyebaran virus West Nile yang dibawa nyamuk. Data dari Departemen Sumber Daya Alam Ohio menunjukkan bahwa jumlah pemburu yang melakukan sensus drumming—metode memperkirakan populasi melalui suara kepakan sayap burung jantan—turun drastis menjadi kurang dari 1% dibanding awal 1980-an.
Fenomena ini bukan sekadar persoalan ekologis. Bagi komunitas pedesaan di Ohio, perburuan menyumbang hampir US$2 miliar bagi perekonomian negara bagian, dengan mayoritas pendapatan berputar di daerah-daerah berpendapatan rendah di kawasan Appalachian. Penutupan izin berburu diperkirakan memukul pendapatan operator jasa pemandu dan bisnis lokal yang bergantung pada kunjungan pemburu setiap musim gugur.
Perubahan iklim memperburuk situasi. Analisis Climate Central menemukan bahwa wilayah Lembah Ohio dan timur laut AS mengalami peningkatan "hari nyamuk"—kondisi kelembapan dan suhu yang mendukung aktivitas nyamuk—lebih tinggi daripada wilayah lain di negara itu sejak 1979. Suhu musim dingin yang lebih hangat memungkinkan nyamuk bergerak ke utara dan dataran tinggi, termasuk ke kawasan pegunungan New York dan Pennsylvania yang selama ini menjadi benteng populasi grouse.
"Kami melihat pergeseran, baik secara ketinggian maupun topografi. Nyamuk bergerak lebih jauh ke utara dan masuk ke daerah pegunungan," kata Karl Malcolm dari Ruffed Grouse Society, seperti dikutip The Guardian. Ia menambahkan bahwa keputusan Ohio bukan hal mengejutkan karena tren penurunan spesies ini sudah berlangsung lama.
Di Wisconsin, yang dijuluki sebagai ibu kota ruffed grouse Amerika, dampak ekonomi juga terasa. Studi tahun 2022 dari departemen sumber daya alam setempat mencatat bahwa perburuan burung ini saja menghasilkan output ekonomi sekitar US$7,5 juta. Namun, operator pemandu setempat seperti Terry dan JoAnn Ides di Park Falls mengaku belum merasakan dampak langsung virus West Nile. Meski demikian, kasus pertama virus tersebut di Wisconsin tahun ini ditemukan pada burung liar di county yang berjarak sekitar satu jam berkendara dari Park Falls.
Para ahli konservasi menilai bahwa penurunan populasi grouse mencerminkan masalah yang lebih luas: melemahnya hubungan manusia dengan alam. Malcolm, yang bergelar doktor di bidang ekologi hutan dan satwa liar, menilai bahwa masyarakat modern semakin jarang berinteraksi langsung dengan lanskap, sehingga sulit memahami bahwa konservasi dan perburuan dapat berjalan seiring.
"Kita sampai pada titik dalam sejarah manusia di mana orang tidak lagi memiliki koneksi langsung dengan alam, dan banyak yang menganggap satu-satunya cara terhadap alam adalah membiarkannya atau merusaknya," ujarnya. "Padahal, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat lahan lebih sehat."
Keputusan Ohio bisa menjadi preseden bagi negara bagian lain yang menghadapi tekanan serupa. Indiana telah lebih dulu menutup musim berburu pada 2015 dan memasukkan ruffed grouse ke daftar spesies terancam punah pada 2019, sementara New Jersey menghentikan perburuan pada 2019. Dengan tren pemanasan global yang terus berlanjut, masa depan ruffed grouse—dan industri perburuan yang bergantung padanya—kini bergantung pada seberapa cepat langkah konservasi habitat dan pengendalian penyakit diambil.



