Sunderland di Dasar Klasemen, Buru Gelandang Muda Pantauan 10 Klub Eropa
Baca dalam 60 detik
- Sunderland mengirim pemandu bakat untuk memantau Abdoulaye Doumbia, gelandang 19 tahun milik BK Hacken, di tengah start buruk di Premier League.
- Doumbia mencatat rata-rata 8,1 kontribusi defensif per 90 menit di Allsvenskan, menarik minat sejumlah klub seperti Leverkusen, Everton, dan Celtic.
- Rekrutmen pemain muda menjadi taruhan besar bagi Sunderland yang terpuruk di zona degradasi dan harus bersaing dengan banyak klub Eropa.

Sunderland mengambil langkah konkret untuk memperbaiki performa tim yang terpuruk di awal musim Premier League dengan mengirim pemandu bakat guna memantau gelandang muda BK Hacken, Abdoulaye Doumbia. Langkah ini muncul setelah The Black Cats mencatat start terburuk dalam beberapa tahun terakhir dan terbenam di dasar klasemen.
Tim asuhan Régis Le Bris baru mengumpulkan lima poin dari sembilan pertandingan, terpaut dua angka dari zona aman. Kekalahan 1-3 dari Coventry City, klub promosi, pada laga terakhir menjadi pukulan telak. Kapten Granit Xhaka mendapat sorotan tajam dari jurnalis James Copley karena dianggap tampil di bawah standar, sementara Noah Sadiki gagal memenangi duel dan tidak mencatat satu pun aksi defensif dalam pertandingan tersebut.
Kondisi ini memaksa manajemen mencari amunisi baru di lini tengah. Menurut laporan Africa Foot, Sunderland telah mengirim pengintai untuk menyaksikan Doumbia, remaja 19 tahun asal Pantai Gading yang mulai menarik perhatian klub-klub Eropa. Namun, jalan Sunderland tidak mulus karena Bayer Leverkusen, Everton, Club Brugge, Strasbourg, Paris FC, Coventry City, Freiburg, Nice, Lens, dan Celtic dikabarkan juga berminat pada pemain yang sama.
Pemandu bakat Andreas Anderson memuji etos kerja dan kemampuan passing Doumbia. "Kemampuan atletiknya memungkinkan dia menjangkau banyak ruang, agresif, dan selalu berada di depan untuk menyambar bola lepas. Dalam penguasaan bola, dia nyaman dan jarang kehilangan possession. Volume passing-nya tinggi karena terlibat dalam build-up," ujarnya.
Meski demikian, mendatangkan Doumbia bukan tanpa risiko. Pemain yang diwakili agen yang sama dengan Thomas Meunier itu belum pernah merasakan kompetisi liga top Eropa. Di tengah pertarungan sengit menghindari degradasi, Sunderland membutuhkan pemain yang siap tempur, bukan proyek jangka panjang. Namun, keterbatasan anggaran dan kebutuhan mendesak akan gelandang pekerja keras membuat opsi ini tetap dipertimbangkan.
Bagi Sunderland, perburuan Doumbia mencerminkan dilema klasik tim papan bawah: antara merekrut pemain muda bertalenta dengan harga terjangkau atau mendatangkan pemain berpengalaman yang siap menyelamatkan musim. Jika berhasil, Doumbia bisa menjadi investasi jangka panjang. Namun, jika gagal beradaptasi, Sunderland semakin terpuruk. Persaingan dengan klub-klub mapan Eropa akan menguji daya tarik dan kemampuan negosiasi manajemen.
Pertanyaannya, mampukah Sunderland meyakinkan Doumbia bahwa Stadium of Light adalah tempat yang tepat untuk berkembang, atau justru klub lain yang lebih mapan yang akan memenangkan perburuan?



