Bitcoin Tertekan Arus Keluar ETF dan Ketidakpastian Pemilu AS, Harga Bertahan di $76.900
Baca dalam 60 detik
- Harga Bitcoin sempat menyentuh $76.300 sebelum pulih tipis ke $76.900, tertekan aksi jual ETF spot dan kekhawatiran politik jelang pemilu tengah periode AS.
- Arus keluar bersih ETF Bitcoin mencapai $399 juta dalam dua hari, dengan BlackRock IBIT kehilangan $405 juta—terbesar sejak Juni—sementara Binance mencatat penarikan $4,72 miliar.
- Serangan siber terhadap Mercado Bitcoin dan ketidakpastian hasil pemilu menambah tekanan, tetapi yield stablecoin RWA 5–7% tetap menarik di tengah kompresi pendanaan kripto.

Harga Bitcoin (BTC) berhasil menahan posisi di kisaran $76.900 pada perdagangan Selasa, setelah sempat merosot ke $76.300 pada sesi Eropa. Kenaikan tipis 0,2% itu tidak cukup menutupi tekanan yang datang dari dua arah: gelombang penarikan dana dari ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat dan ketidakpastian politik menjelang pemilu tengah periode.
Data dari Farside Investors menunjukkan ETF spot Bitcoin mengalami arus keluar bersih sebesar $399 juta pada Senin, hari kedua berturut-turut aksi jual. BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi kontributor terbesar dengan penarikan $405 juta—angka harian terburuk sejak Juni. Angka ini menggarisbawahi bahwa minat investor institusional terhadap produk investasi Bitcoin sedang diuji, tepat ketika volatilitas pasar meningkat.
Di sisi lain, bursa Binance mencatat penarikan bersih $4,72 miliar sejak dibuka kembali pada Minggu, naik dari $3,64 miliar pada hari yang sama. Lonjakan penarikan ini menimbulkan pertanyaan tentang kepercayaan pelanggan terhadap platform tersebut, meski penyebab pastinya belum jelas. Tekanan likuiditas makin terasa karena serangan siber baru juga menghantam industri kripto. Mercado Bitcoin, bursa asal Brasil, kehilangan $40 juta dari hot wallet-nya, menambah daftar insiden keamanan yang merugikan pelaku pasar.
Sentimen pasar global juga tidak membantu. Nasdaq Composite turun 1,1% pada Senin akibat aksi jual saham teknologi, meski futures Nasdaq pagi ini naik 0,3%. Harga minyak Brent menguat 1,3% ke sekitar $106 per barel. Pemilu tengah periode AS yang berlangsung hari ini menjadi faktor penentu arah kebijakan ekonomi dan regulasi kripto ke depan. Pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan AMD setelah penutupan pasar dan data ketenagakerjaan AS pada Jumat.
Di tengah gejolak tersebut, segmen stablecoin berbasis aset dunia nyata (RWA) masih menawarkan imbal hasil 5–7% dari kredit riil, sementara pendanaan kripto terkompresi ke sekitar 4%. Platform GENIUS mendorong imbal hasil ke luar rantai, dengan total pasar yang berpotensi tumbuh menjadi $4 miliar dalam tiga tahun. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap instrumen yang memberikan yield tetap tinggi, meski pasar spot sedang lesu.
Bagi investor Indonesia, dinamika ini patut dicermati. Regulasi aset kripto di Tanah Air yang semakin ketat, ditambah volatilitas global, dapat memengaruhi minat investor ritel terhadap Bitcoin dan altcoin. Namun, imbal hasil stablecoin RWA yang kompetitif bisa menjadi alternatif menarik bagi mereka yang mencari eksposur lebih stabil. Pertanyaannya, apakah tekanan eksternal ini akan mereda setelah pemilu AS, atau justru menjadi awal koreksi yang lebih dalam? Semua mata kini tertuju pada hasil pemilu dan respons pasar terhadap kebijakan yang akan datang.



