Mainoo: Pemain MU Berutang pada Carrick, Satu Kemenangan Bisa Ubah Musim
Baca dalam 60 detik
- Kobbie Mainoo menegaskan skuad Manchester United memiliki kewajiban moral untuk mendukung Michael Carrick yang tengah tertekan.
- Krisis sembilan laga tanpa kemenangan membuat MU hanya berjarak satu posisi dari zona degradasi Premier League.
- Duel kontra AS Roma di Liga Champions menjadi ujian berat sekaligus peluang membalikkan keadaan bagi Setan Merah.

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo, menyatakan bahwa para pemain Setan Merah memiliki tanggung jawab besar untuk membantu manajer Michael Carrick keluar dari situasi sulit. Pernyataan itu muncul di tengah rentetan hasil buruk yang membuat posisi Carrick semakin tertekan menjelang laga krusial melawan AS Roma di Liga Champions, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.
MU saat ini belum meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di semua kompetisi dan hanya terpaut satu posisi dari zona degradasi Premier League. Kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada laga kandang terakhir memicu kemarahan suporter, yang melampiaskan kekecewaan langsung kepada para pemain. Carrick, yang berusaha melindungi skuadnya dari kritik, kini menghadapi tekanan publik yang semakin besar.
Mainoo menilai sudah menjadi kewajiban para pemain untuk membalas kepercayaan yang diberikan Carrick, baik di dalam maupun di luar lapangan. "Cara kami membalas kepercayaan itu adalah dengan mendukung manajer di lapangan maupun di luar lapangan, serta berjuang sebagai sebuah tim," ujar Mainoo, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (2/11/2026). Ia juga menekankan bahwa para pemain tidak bisa berharap suporter terus memberikan dukungan penuh ketika tim tidak meraih hasil yang diinginkan. "Kami punya kewajiban untuk memberikan hasil agar mereka bisa kembali bersorak," lanjutnya.
Meski situasi semakin sulit, Mainoo tetap optimistis bahwa satu kemenangan bisa mengubah arah musim ini. "Ini memang musim yang sulit. Kami belum mendapatkan hasil seperti yang diharapkan, tetapi sekarang kami harus melihat ke depan. Ada pertandingan-pertandingan besar yang menanti dan saya merasa kami hanya berjarak satu kemenangan untuk mengubah situasi ini," tutur gelandang berusia 21 tahun tersebut. Ia juga menyadari bahwa perjalanan klub besar seperti MU tidak selalu mulus. "Saya sudah lama berada di klub ini dan tahu akan selalu ada masa naik dan turun. Perjalanan menuju puncak tidak pernah mudah. Akan selalu ada rintangan, tetapi hal terbaiknya adalah kami memiliki kesempatan untuk bangkit," katanya.
"Saya sangat berterima kasih kepada manajer karena langsung memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada saya ketika dia datang. Dia juga memberikan banyak nasihat yang sangat berarti."
— Kobbie Mainoo, gelandang Manchester United
Mainoo juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Carrick yang telah memberikan kepercayaan sejak mengambil alih tim. Menurutnya, pengalaman Carrick sebagai mantan pemain MU membuat setiap nasihatnya memiliki arti tersendiri. "Dia adalah pemain yang pernah membela klub ini, memahami sejarahnya, dan tahu apa yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan. Saya benar-benar memperhatikan setiap perkataannya dan berusaha menerapkannya dalam latihan maupun pertandingan," ucapnya. Mainoo kembali bermain saat MU menghadapi Chelsea pada Sabtu (31/10/2026) setelah absen dalam lima pertandingan.
Sebagai pemain jebolan akademi, Mainoo merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai yang selama ini melekat pada MU. "Manchester United adalah klub besar. Banyak orang memahami nilai-nilai yang dipegang klub ini dan diwariskan oleh mereka yang pernah bekerja maupun bermain di sini. Saya merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga dan menyebarkan apa arti Manchester United," tuturnya. Kontrak baru berdurasi lima tahun yang ia tandatangani pada April 2026 menjadi bukti komitmennya, setelah sebelumnya sempat meminta hengkang ketika masih ditangani Ruben Amorim.
Bagi penggemar MU di Indonesia, krisis ini tentu menjadi perhatian tersendiri. Klub dengan basis suporter besar di Tanah Air itu selalu menjadi sorotan utama, terutama menjelang laga melawan AS Roma yang akan disiarkan langsung pada dini hari WIB. Kemenangan atas Roma tidak hanya penting untuk menjaga asa di Liga Champions, tetapi juga untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain dan suporter. Jika MU kembali gagal, tekanan terhadap Carrick dipastikan semakin besar, dan masa depannya di Old Trafford akan semakin tidak pasti.
Pertanyaannya, mampukah MU memanfaatkan laga melawan Roma sebagai titik balik? Ataukah krisis ini akan berlarut-larut dan menyeret klub ke zona degradasi untuk pertama kalinya dalam sejarah Premier League? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



