Newcastle Kehilangan Taji, Mampukah Toure Jadi Solusi di Lini Depan?
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United menghadapi Everton di St. James' Park dengan lini depan tumpul pasca kepergian Anthony Gordon ke Barcelona.
- Bazoumana Toure, rekrutan musim panas senilai £43 juta, belum dipercaya menjadi starter meski tampil impresif sebagai pengganti.
- Kemenangan atas Everton menjadi syarat bagi Newcastle untuk kembali bersaing di papan atas dan menghidupkan ambisi Eropa.

Newcastle United berada di persimpangan jalan. Kekalahan dari Everton di ajang Carabao Cup pekan lalu meninggalkan luka yang harus segera diobati, dan laga lanjutan Premier League di St. James' Park, Senin malam, menjadi ajang pembuktian bagi skuad asuhan Matthias Jaissle. Tiga poin bukan sekadar angka, melainkan harga diri dan peluang untuk kembali menempel papan atas klasemen.
Masalah utama yang menghantui Newcastle musim ini adalah ketajaman lini depan. Kepergian Anthony Gordon ke Barcelona dengan mahar £69 juta pada bursa transfer musim panas lalu meninggalkan lubang besar yang belum mampu diisi oleh rekrutan anyar. Matias Fernandez-Pardo, yang didatangkan dengan harga di atas £50 juta, masih belum menunjukkan performa sesuai ekspektasi. Belum ada gol maupun assist yang tercatat dari namanya, dan kontribusinya di sepertiga akhir lapangan masih jauh dari kata memadai.
Di sisi lain, Gordon sendiri bukan tanpa cela selama membela Newcastle. Winger Timnas Inggris itu hanya mencetak enam gol dalam dua musim terakhirnya di Premier League. Namun, kontribusinya sebagai pemain terbaik Newcastle pada musim 2023/24 serta kemampuan membuka ruang dan menciptakan peluang membuat kepergiannya terasa begitu menyakitkan. Kini, di Barcelona, Gordon justru menunjukkan performa impresif, sementara Newcastle berjuang mencari identitas baru di lini serang.
Krisis lini depan Newcastle diperparah dengan kondisi William Osula yang mengalami cedera pergelangan kaki saat melawan Everton di Carabao Cup. Fernandez-Pardo juga diragukan tampil karena masih dalam masa pemulihan dari sakit. Jaissle pun dihadapkan pada pilihan terbatas untuk mengisi pos penyerang. Di tengah situasi genting ini, nama Bazoumana Toure mencuat sebagai solusi potensial yang selama ini kurang mendapat kesempatan.
Toure, yang baru berusia 20 tahun, bergabung dari Hoffenheim dengan banderol £43 juta. Meski masih dianggap mentah dan belum sepenuhnya meyakinkan Jaissle untuk tampil sejak menit pertama, penampilannya sebagai pengganti di laga melawan Crystal Palace dan Carabao Cup menunjukkan potensi besar. Dalam 23 menit melawan Everton di Carabao Cup, ia mencatatkan dua dribel sukses, memenangkan dua duel, dan menciptakan satu peluang. Kecepatan dan keberaniannya dalam menggiring bola menjadi ancaman tersendiri bagi pertahanan lawan.
Jaissle sejatinya memiliki opsi lain seperti Jacob Murphy dan Harvey Barnes, tetapi konsistensi keduanya masih dipertanyakan. Murphy sering kali tampil frustrasi, sementara Barnes belum menemukan ritme permainan terbaiknya. Dengan gaya bermain Toure yang mirip dengan Gordon—lihai di kedua sayap, kreatif, dan mampu menusuk ke kotak penalti—memberinya kesempatan sejak awal bisa menjadi gebrakan yang dibutuhkan Newcastle untuk membongkar pertahanan Everton yang terkenal disiplin.
"Toure adalah tipe pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Kecepatannya memberi dimensi berbeda pada serangan kami," ujar seorang sumber internal klub yang enggan disebutkan namanya.
Newcastle tidak bisa terus bergantung pada performa individual semata. Kolektivitas dan efisiensi di depan gawang menjadi pekerjaan rumah utama Jaissle. Kemenangan atas Everton akan mendongkrak posisi mereka ke peringkat enam, menyamai perolehan poin Brentford. Sebaliknya, kekalahan akan semakin menjauhkan mereka dari zona Eropa dan memicu tekanan lebih besar terhadap kursi kepelatihan Jaissle.
Pertanyaannya, apakah Jaissle berani mengambil risiko dengan menurunkan Toure sejak menit pertama? Ataukah ia tetap bertahan dengan formasi konservatif yang selama ini justru membuat Newcastle tumpul? Laga melawan Everton akan menjadi jawaban, sekaligus cermin arah kebijakan klub di sisa musim ini.



