Giroud Masuk dari Bangku Cadangan, Gol Menit 86 Bawa Lille Kalahkan Lens di Derby du Nord
Baca dalam 60 detik
- Olivier Giroud menjadi penentu kemenangan 1-0 Lille atas Lens lewat gol pada menit ke-86 setelah masuk sebagai pengganti.
- Kemenangan ini memperpanjang rekor kandang Lille atas Lens menjadi tiga laga beruntun tanpa kebobolan, pertama dalam sejarah klub.
- Giroud, 40 tahun, menegaskan performa apik Lille dan menyebut derby ini kemungkinan menjadi laga kandang terakhirnya melawan Lens.

Olivier Giroud membuktikan usia hanyalah angka. Penyerang berusia 40 tahun itu masuk sebagai pengganti pada menit ke-73 dan mencetak gol kemenangan Lille atas Lens dalam Derby du Nord pada Jumat (11/2/2026) dini hari WIB. Gol tersebut tercipta 13 menit kemudian, memanfaatkan bola muntahan setelah kiper Lens, Robin Risser, menepis tembakan keras Nabil Bentaleb. Kemenangan 1-0 ini menjadi hasil ketiga beruntun Lille di kandang melawan Lens tanpa kebobolan, sebuah rekor baru bagi klub asal Prancis utara tersebut.
Lille mendominasi jalannya pertandingan. Menurut data Ligue 1, tim asuhan Davide Ancelotti itu menguasai bola hingga 62 persen dan melepaskan 16 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran. Bahkan, bek Lille, Diaoune, sempat membentur mistar gawang pada babak pertama. Expected goals (xG) Lille mencapai 1,63, jauh di atas Lens yang hanya 0,19. Meski demikian, gol baru tercipta di penghujung laga, menunjukkan efektivitas Lens dalam bertahan.
Giroud mengaku senang dengan hasil ini. “Sampai sekarang memang tidak mudah. Kami sempat dikritik soal cara bermain. Malam ini kami tampil lengkap dan penting untuk mengubahnya menjadi kemenangan,” ujarnya seperti dikutip ligue1.com. Ia juga menambahkan bahwa derby ini sangat berarti karena kemungkinan menjadi laga kandang terakhirnya melawan Lens. “Saya sudah cukup beruntung bisa memainkan beberapa derby, dan beberapa di antaranya besar. Tapi yang ini berarti banyak bagi saya karena mungkin ini yang terakhir di kandang,” tuturnya.
Kemenangan ini juga menjadi pembuktian bagi pelatih Davide Ancelotti, yang sehari sebelum pertandingan mengeluhkan inkonsistensi timnya di babak kedua. Menurutnya, ini adalah performa paling lengkap Lille musim ini. “Kami bermain dengan intensitas tinggi dan tidak memberi ruang bagi Lens. Gol Giroud adalah hadiah atas kerja keras tim,” kata Ancelotti dalam konferensi pers usai laga.
Bagi Lens, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk mereka di kandang Lille. Meski bertahan cukup disiplin, serangan balik cepat Lille yang dipimpin Bentaleb dan Ethan Mbappé—yang digantikan Giroud—terus mengancam. Lens hanya mampu melepaskan tembakan tepat sasaran minim dan tidak menciptakan peluang berbahaya. Pelatih Lens, Franck Haise, mengakui keunggulan lawan. “Kami kalah dari tim yang lebih efektif. Lille memanfaatkan satu peluang emas, dan itu sudah cukup,” ujarnya.
Kemenangan ini membawa Lille ke posisi yang lebih baik di klasemen sementara Ligue 1, sementara Lens harus puas tertahan. Pertanyaan ke depan: mampukah Lille mempertahankan konsistensi di laga-laga berikutnya, terutama saat menghadapi tim papan atas? Dan akankah Giroud, yang kontraknya akan berakhir musim ini, terus menjadi supersub mematikan bagi Les Dogues?



