Gakpo Dinilai Jadi Titik Lemah Liverpool, Iraola Diminta Lakukan Rotasi
Baca dalam 60 detik
- Cody Gakpo tampil mengecewakan saat Liverpool kalah 0-1 dari Arsenal di Anfield, Minggu malam.
- Statistik menunjukkan winger asal Belanda itu gagal melepaskan tembakan tepat sasaran dan kehilangan bola terlalu sering.
- Pelatih Andoni Iraola disarankan mencoret Gakpo dari starting XI saat menghadapi Fenerbahce di Liga Champions tengah pekan ini.

Kekalahan Liverpool 0-1 dari Arsenal di Anfield pada Minggu (1/11/2026) tidak hanya merusak rekor tak terkalahkan selama 14 tahun di kandang sendiri, tetapi juga memunculkan sorotan tajam terhadap performa Cody Gakpo. Pemain sayap asal Belanda itu dianggap sebagai biang keladi mandulnya serangan The Reds, terutama setelah dipaksa bermain di posisi yang tidak natural.
Gakpo, yang biasanya beroperasi di sisi kiri, ditempatkan di sayap kanan oleh pelatih Andoni Iraola. Alih-alih memberikan ancaman, ia justru tampak canggung dan kehilangan efektivitas. Selama 67 menit berada di lapangan, ia tercatat tidak melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran, tidak melakukan dribel sukses, dan gagal menciptakan peluang emas bagi rekan setimnya. Dari delapan umpan silang yang ia coba, hanya satu yang menemui sasaran, sementara lima dari enam duel darat berhasil ia kalahkan.
Menariknya, rekan setim Gakpo di lini tengah, Alexis Mac Allister, juga menjadi sorotan karena terlibat insiden emosional dengan pemain Arsenal. Meski begitu, performa Mac Allister secara keseluruhan masih lebih baik dengan catatan 86% akurasi umpan dan tujuh kali merebut bola. Namun, konsistensi Gakpo yang jauh di bawah standar membuat publik Anfield mempertanyakan keputusan Iraola untuk memainkannya di posisi yang tidak ideal.
Kekalahan ini juga diwarnai kontroversi wasit. Liverpool seharusnya mendapatkan penalti ketika Alexander Isak ditarik oleh Jurrien Timber di kotak terlarang, tetapi wasit Andy Madley dan VAR tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Meskipun demikian, masalah utama tetaplah tumpulnya lini depan, dan Gakpo menjadi simbol dari kegagalan tersebut.
"Gakpo sama sekali tidak memberikan dampak. Ia kehilangan bola terlalu mudah dan tidak menciptakan peluang. Sudah saatnya Iraola memberikan kesempatan kepada pemain lain seperti Rio Ngumoha atau Victor Munoz," ujar seorang pengamat taktik yang dikutip dari analisis Football FanCast.
Dengan jadwal padat, Liverpool akan menghadapi Fenerbahce di Liga Champions pada Rabu malam. Rotasi menjadi keharusan, terutama untuk pemain yang sedang tidak dalam performa terbaik. Gakpo, yang telah tampil di bawah ekspektasi dalam beberapa laga terakhir, berisiko kehilangan tempat di starting XI. Iraola dituntut untuk tegas mengambil keputusan demi menjaga peluang tim di kompetisi Eropa.
Keputusan untuk mencoret Gakpo bukan tanpa alasan. Pemain berusia 27 tahun itu tercatat sebagai salah satu pemain dengan tingkat kehilangan bola tertinggi di laga melawan Arsenal. Jika Liverpool ingin bangkit dan meraih hasil positif di Liga Champions, perubahan komposisi pemain menjadi langkah logis. Apakah Iraola berani mengambil risiko dengan mengistirahatkan Gakpo, atau justru tetap memberinya kepercayaan? Jawabannya akan terlihat dalam pertandingan tengah pekan nanti.



