Battlefield 6 Gratis di Steam hingga 20 Oktober, Tapi Ada Kontroversi di Baliknya
Baca dalam 60 detik
- EA merilis uji coba gratis Battlefield 6 di Steam hingga 20 Oktober, bertepatan dengan peluncuran Season 5 yang membawa peta, senjata, dan mode battle royale baru.
- Diskon 60% untuk edisi standar dan crossover Halloween bertema Dead Space menjadi daya tarik, namun desain battle pass musim ini memicu kecurigaan penggunaan AI generatif.
- Kesuksesan waralaba ini juga meluas ke layar lebar dengan adaptasi film yang digarap Sony Pictures, menandakan strategi ekspansi EA di luar ekosistem game.

Electronic Arts (EA) membuka akses gratis untuk Battlefield 6 di platform Steam mulai sekarang hingga 20 Oktober mendatang. Langkah ini diambil bersamaan dengan peluncuran Season 5 yang resmi dimulai pada 13 Oktober, menawarkan sejumlah konten baru bagi para pemain.
Uji coba ini mencakup seluruh peta dan mode multiplayer yang tersedia, memberikan kesempatan bagi pemain untuk mencoba game tembak-menembak militer terbaru EA tanpa harus membayar di muka. Mereka yang tertarik melanjutkan setelah masa uji coba dapat membeli Battlefield 6 Standard Edition dengan potongan harga 60%, dari $69,99 menjadi $27,99, hingga tanggal yang sama.
Season 5 menghadirkan beragam pembaruan, termasuk peta baru, enam senjata, dua kendaraan, dan mode battle royale free-to-play bernama Rapid Royale yang menawarkan permainan lebih cepat. Pembaruan ini juga menyertakan teaser untuk acara Halloween terbatas yang terinspirasi oleh waralaba Dead Space milik EA, menampilkan tentara dengan armor mirip protagonis Isaac Clarke dan sekilas kemunculan Markers alien. Detail acara masih minim, tetapi ini menjadi crossover baru bagi pemain yang mengikuti musim ini.
Namun, tidak semua berita tentang Battlefield 6 positif. Kosmetik battle pass Season 5 menuai kritik dari pemain yang menduga beberapa desain karakter dihasilkan menggunakan kecerdasan buatan (AI). EA belum mengonfirmasi tuduhan tersebut. Contoh yang beredar di internet antara lain tentara yang membawa lima pistol identik dan karakter dengan tambalan lengan yang salah mengeja "security" menjadi "secuty". Pemain juga mempertanyakan desain beberapa magasin amunisi. Kesalahan yang tampak ini memicu frustrasi atas masuknya kosmetik yang dipertanyakan dalam konten battle pass berbayar.
Kritik ini menyusul keluhan sebelumnya tentang dugaan karya seni yang dihasilkan AI dalam game. Meskipun belum jelas apakah AI generatif digunakan untuk desain terbaru, perdebatan ini menambah reaksi beragam terhadap Season 5. Di sisi lain, waralaba Battlefield sedang berkembang di luar game. Sony Pictures dilaporkan telah memenangkan hak adaptasi film, dengan sutradara Mission: Impossible – The Final Reckoning, Christopher McQuarrie, dikaitkan sebagai sutradara dan bintang Sinners, Michael B. Jordan, sebagai pemeran utama. Detail plot dan tanggal rilis belum diumumkan.
Bagi pasar Indonesia, uji coba gratis ini menjadi peluang untuk menguji Battlefield 6 sebelum membeli, terutama dengan harga diskon yang signifikan. Meskipun tidak ada konten khusus Indonesia, respons komunitas gamer Tanah Air terhadap kontroversi AI dan kualitas battle pass dapat memengaruhi persepsi merek EA di kawasan ini. Industri game global semakin memperhatikan penggunaan AI dalam konten berbayar, dan kasus ini bisa menjadi preseden bagi pengembang lain.
Ke depannya, keberhasilan Season 5 dan adaptasi film akan menentukan arah waralaba Battlefield. Apakah EA akan menanggapi kritik pemain tentang kosmetik AI? Dan bagaimana respons pasar terhadap uji coba gratis ini? Semua mata tertuju pada langkah EA selanjutnya.



