Amazfit Helio Strap: Baterai 10 Hari, Pesaing Fitbit dan Whoop di Pasar Pelacak Kebugaran
Baca dalam 60 detik
- Amazfit Helio Strap dan Helio Strap Pro diklaim mampu bertahan hingga 10-11 hari, bahkan saat fitur SpO2 dan detak jantung aktif.
- Dibanderol $99, perangkat ini menawarkan daya tahan lebih lama dibanding Fitbit Air yang hanya sepekan, namun kalah dari Whoop yang mengklaim 14 hari.
- Meski materialnya terasa murah dan kurang nyaman untuk pergelangan besar, pengguna menilai strap ini andal untuk pemantauan kesehatan harian.

Amazfit Helio Strap menawarkan daya tahan baterai hingga sepuluh hari, sebuah klaim yang jarang ditemui pada perangkat pelacak kebugaran tanpa layar. Bagi pengguna yang enggan mengisi daya setiap hari, kemampuan ini menjadi nilai jual utama. Helio Strap Pro bahkan diklaim mampu bertahan hingga sebelas hari. Angka tersebut bukan sekadar janji pemasaran: sejumlah pemilik perangkat di forum Reddit melaporkan pengalaman serupa, bahkan ketika fitur pemantauan oksigen darah (SpO2) dan siaran detak jantung diaktifkan terus-menerus.
Amazfit, produsen asal Tiongkok yang semakin agresif di pasar perangkat wearable, merancang Helio Strap untuk pengguna yang ingin memantau aktivitas fisik, tidur, dan skor pemulihan tanpa gangguan notifikasi atau layar yang menguras baterai. Perangkat ini mencatat kalori terbakar, langkah kaki, dan kualitas tidur. Karena dipakai 24 jam sehari, daya tahan menjadi faktor krusial. Uji pengguna menunjukkan bahwa klaim resmi Amazfit tentang baterai sepuluh hari terbukti akurat, bahkan dengan berbagai fitur aktif. Ini menepis anggapan bahwa pelacak murah harus mengurangi fungsionalitas demi menghemat daya.
Di pasar global, Helio Strap bersaing langsung dengan Fitbit Air dan Whoop. Fitbit Air, yang dibanderol dengan harga sama, hanya mengklaim baterai sepekan. Selain itu, Fitbit Air menawarkan beragam pilihan warna, sementara Helio Strap hanya tersedia dalam hitam. Fitbit Air juga terintegrasi dengan Google Health, yang menyediakan langganan premium untuk wawasan tambahan, termasuk pelatih personal berbasis Gemini. Sementara itu, Whoop mematok harga perangkat sekitar $239 plus biaya berlangganan tahunan minimal $199. Whoop mengklaim baterai hingga 14 hari, tetapi durasi tersebut sangat bergantung pada pola pemakaian. Bagi konsumen, perbedaan model bisnis ini menentukan total biaya kepemilikan dalam jangka panjang.
Meski unggul dalam daya tahan, Helio Strap bukan tanpa cela. Ulasan pengguna menyebut materialnya terasa agak murah, sepadan dengan harganya. Beberapa pengguna juga mengeluhkan bodi yang cukup tebal sehingga mengganggu saat memakai lengan panjang. Pemilik pergelangan tangan besar melaporkan tali terasa terlalu ketat. Karena tidak memiliki layar, pengguna yang ingin melihat waktu disarankan memilih smartwatch Amazfit murah yang juga dilengkapi pelacakan kebugaran. Namun, keluhan tersebut tidak mengurangi keandalan perangkat dalam memantau kesehatan.
"Baterainya benar-benar tahan lama, bahkan dengan fitur SpO2 dan detak jantung menyala. Saya tidak perlu mengisi daya setiap hari," ujar seorang pengguna di forum diskusi online, seperti dikutip dari ulasan komunitas.
Bagi konsumen Indonesia, tren perangkat wearable tanpa layar ini patut dicermati. Pasar lokal didominasi oleh merek seperti Xiaomi, Huawei, dan Amazfit sendiri. Helio Strap, dengan harga sekitar Rp1,5 juta (kurs Rp15.000), menawarkan alternatif menarik di segmen menengah. Daya tahan baterai yang panjang menjadi relevan di wilayah dengan akses listrik yang kadang tidak stabil, terutama bagi pengguna yang aktif bergerak. Namun, perlu diingat bahwa layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang di Indonesia bisa berbeda dengan pasar global. Distributor resmi dan komunitas pengguna menjadi kunci sebelum memutuskan membeli.
Ke depan, persaingan di segmen pelacak kebugaran tanpa layar akan semakin ketat. Amazfit perlu mempertahankan keunggulan baterai sambil memperbaiki kualitas material dan kenyamanan. Jika berhasil, Helio Strap bisa menjadi pilihan utama bagi pengguna yang mengutamakan fungsi dasar pemantauan kesehatan tanpa kerumitan smartwatch. Akankah produsen lain merespons dengan inovasi serupa, atau justru mengorbankan daya tahan demi fitur canggih? Waktu yang akan menjawab, tetapi untuk saat ini, Helio Strap telah membuktikan bahwa baterai tahan lama masih menjadi daya tarik utama.



