Headphone Murah Setara Beats: 5 Pilihan di Bawah Rp3 Juta yang Layak Dilirik
Baca dalam 60 detik
- Lima headphone alternatif Beats hadir dengan harga jauh lebih rendah, mulai dari 83 dolar AS, namun tetap menawarkan fitur kunci seperti ANC dan baterai tahan lama.
- Beberapa model unggul dalam hal daya tahan baterai, dukungan codec LDAC, dan aplikasi equalizer yang lebih fleksibel dibanding Beats, meski kualitas build dan ANC masih kalah.
- Pasar headphone global semakin kompetitif, memberi konsumen Indonesia opsi premium tanpa harus membayar harga selangit, meski perlu mencermati garansi dan layanan purna jual.

Membeli headphone premium seperti Beats sering kali berarti merogoh kocek lebih dari 300 dolar AS atau sekitar Rp4,5 juta. Namun, sejumlah produsen menawarkan alternatif yang tidak hanya lebih murah, tetapi juga mampu bersaing dalam hal fitur dan performa. Mulai dari Nothing, 1More, Sony, CMF, hingga Sennheiser, masing-masing memiliki keunggulan yang bisa menggoyang dominasi Beats di segmen ini.
Beats dikenal karena profil suara bass yang kuat, desain bergaya, dan integrasi mulus dengan perangkat Apple. Namun, bagi pengguna Android atau mereka yang enggan membayar premi merek, ada beberapa opsi yang patut dipertimbangkan. Harga yang lebih terjangkau sering kali berarti kompromi pada kualitas material atau fitur tertentu, tetapi tidak selalu demikian. Beberapa model justru menawarkan spesifikasi yang melampaui Beats di beberapa aspek, seperti daya tahan baterai dan dukungan codec audio resolusi tinggi.
Nothing Headphone (a) menjadi pilihan menarik bagi yang mengutamakan desain unik. Dengan harga 199 dolar AS, headphone ini menawarkan ANC yang memadai, bingkai ringan, dan dukungan LDAC. Daya tahan baterainya mencapai 75 jam dengan ANC menyala, jauh melampaui Beats 360 yang hanya 32 jam. Aplikasi Nothing X juga memberikan kontrol equalizer yang luas, sesuatu yang tidak dimiliki pengguna Beats di Android. Namun, kualitas build dan performa ANC di frekuensi menengah ke atas masih kalah dari Beats.
Bagi yang mendambakan pengalaman mirip Beats dengan harga lebih hemat, 1More SonoFlow Max bisa menjadi jawaban. Dibanderol 119 dolar AS, headphone ini mengandalkan ANC yang diklaim mampu meredam hingga 50 dB, didukung codec LDAC, dan baterai hingga 105 jam tanpa ANC. Aplikasi pendampingnya menawarkan equalizer yang sangat dapat disesuaikan. Kekurangannya, tidak ada rating ketahanan air dan port USB-C hanya untuk pengisian daya, bukan transmisi audio.
Sony ULT Wear, meski dirilis pada 2024, masih relevan sebagai alternatif dengan harga sekitar 148 dolar AS. Keunggulan utamanya adalah profil bass yang punchy, dilengkapi tombol ULT untuk meningkatkan bass secara instan. Baterainya bertahan 30 jam dengan ANC dan 50 jam tanpa ANC. Fitur deteksi telinga, yang biasanya ada di headphone premium, juga hadir di sini. Namun, suara frekuensi menengah dan tinggi kurang jernih, dan tidak ada earcup yang bisa diganti.
CMF Headphone Pro, yang dijual hanya 83 dolar AS, menawarkan nilai luar biasa. Dengan ANC yang berfungsi, baterai 50 jam (ANC aktif) atau 100 jam (nonaktif), serta dukungan LDAC dan earcup yang dapat diganti, headphone ini melampaui ekspektasi di kelas harganya. Aplikasi Nothing X juga tersedia untuk penyesuaian EQ. Tentu saja, build plastik terasa lebih murah dan ANC tidak sekuat model premium.
Sennheiser Accentum Wireless, seharga 129 dolar AS, menyasar audiophile yang menginginkan kualitas suara terbaik. Headphone ini didukung aplikasi Sennheiser dengan equalizer mumpuni, codec aptX HD, dan baterai 50 jam dengan ANC aktif. Sayangnya, ANC-nya tidak sebaik Beats, dan tidak ada opsi untuk mematikan ANC. Versi Plus seharga 180 dolar AS menambahkan jack 3,5 mm, kontrol sentuh, dan deteksi telinga.
"Pasar headphone budget semakin matang. Konsumen kini bisa mendapatkan fitur premium tanpa harus membayar harga selangit, asalkan tahu kompromi yang diambil," ujar seorang analis teknologi.
Di Indonesia, tren ini juga terasa. Dengan kurs sekitar Rp15.000 per dolar AS, headphone seperti CMF Headphone Pro (sekitar Rp1,2 juta) atau 1More SonoFlow Max (Rp1,8 juta) menjadi pilihan menarik di tengah tekanan ekonomi. Namun, calon pembeli perlu memperhatikan garansi resmi dan ketersediaan layanan purna jual, karena beberapa merek mungkin tidak memiliki jaringan luas di dalam negeri. Selain itu, fitur seperti LDAC dan aplikasi equalizer bisa menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin menyesuaikan suara sesuai selera.
Ke depan, persaingan di segmen headphone mid-range diprediksi semakin ketat. Beats dan Apple mungkin perlu berinovasi lebih agresif untuk mempertahankan pangsa pasar, terutama di negara berkembang. Sementara itu, konsumen diuntungkan dengan semakin banyaknya pilihan berkualitas. Apakah Anda siap beralih ke alternatif yang lebih ramah kantong?



