Barcelona Sempurna di Puncak, Real Madrid Menang Dramatis meski Kehilangan Vinicius
Baca dalam 60 detik
- Barcelona menutup pekan kedelapan dengan rekor sempurna: delapan kemenangan beruntun dan koleksi 24 poin di puncak klasemen.
- Real Madrid menang tipis 1-0 atas Villarreal berkat gol Yan Diomande, tetapi harus bertahan dengan sepuluh pemain usai Vinicius Junior dikartu merah.
- Atletico Madrid menjadi pengejar terdekat Barcelona dengan selisih lima poin, sementara Getafe dan Villarreal tertahan di papan tengah-bawah.

Barcelona mempertahankan rekor sempurna di Liga Spanyol 2026/2027 setelah menggulung Getafe 3-0 di Camp Nou pada pekan kedelapan, Minggu (11/10/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat Blaugrana mengoleksi 24 poin dari delapan laga, unggul lima angka atas Atletico Madrid di posisi kedua. Sementara itu, Real Madrid harus bekerja ekstra keras untuk mengalahkan Villarreal 1-0 di Santiago Bernabeu pada laga yang berlangsung sehari sebelumnya.
Kemenangan Barcelona atas Getafe ditentukan oleh gol Anthony Gordon, Gabriel Jesus, dan Jules Kounde. Tim asuhan Hansi Flick tampil dominan sejak awal dan tidak memberi ruang bagi Getafe untuk berkembang. Hasil ini menegaskan konsistensi Barcelona di awal musim, sesuatu yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Getafe sendiri harus puas turun ke peringkat ke-13 dengan delapan poin, hanya unggul tiga angka dari zona degradasi.
Di sisi lain, Real Madrid meraih tiga poin berkat gol tunggal Yan Diomande pada menit ke-63. Namun, kemenangan itu harus dibayar mahal setelah Vinicius Junior diusir wasit pada menit ke-72. Bermain dengan sepuluh pemain, Los Blancos harus bertahan mati-matian menghadapi tekanan Villarreal hingga peluit akhir. Tambahan tiga poin membawa Madrid naik ke peringkat ketiga dengan 18 poin, terpaut enam angka dari Barcelona. Villarreal sendiri turun ke posisi ke-10 dengan delapan poin, masih lima poin di atas zona degradasi.
Kartu merah Vinicius Junior menjadi sorotan tersendiri. Insiden tersebut tidak hanya memaksa Madrid bermain dengan sepuluh orang, tetapi juga berpotensi memengaruhi laga-laga berikutnya. Pelatih Madrid, yang enggan disebut namanya, menyatakan bahwa keputusan wasit perlu dievaluasi. "Kami kehilangan pemain penting di momen krusial, tetapi tim menunjukkan karakter luar biasa," ujarnya seperti dikutip media Spanyol.
Bagi Barcelona, catatan delapan kemenangan beruntun ini mengingatkan pada musim 2012/2013 ketika mereka juga memulai dengan sempurna. Namun, tantangan sesungguhnya baru akan datang saat menghadapi tim-tim besar dan jadwal padat Liga Champions. Konsistensi menjadi kunci jika ingin mempertahankan posisi puncak hingga akhir musim.
Real Madrid, di sisi lain, masih menyisakan pekerjaan rumah. Meski meraih kemenangan, ketergantungan pada gol tunggal dan disiplin pemain menjadi perhatian. Dengan kompetisi yang semakin ketat, Madrid tidak bisa terus mengandalkan keberuntungan. Pertanyaan besarnya: apakah Barcelona mampu menjaga rekor sempurna hingga El Clasico pertama, atau akankah Madrid bangkit dan memperpendek jarak? Hanya waktu yang akan membuktikan, tetapi satu hal yang pasti, persaingan gelar musim ini akan berlangsung sengit.



