Al-Sisi Mendarat di Halim, Prabowo Sambut dengan Agenda Kerja Sama Strategis
Baca dalam 60 detik
- Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi tiba di Jakarta untuk kunjungan kenegaraan, disambut pengawalan jet tempur TNI AU.
- Pertemuan dengan Prabowo di Istana Merdeka akan membahas visa, statistik, perikanan, dan rencana aksi kerja sama strategis.
- Kunjungan ini menjadi penutup tur Asia al-Sisi setelah Korea Selatan dan Malaysia, sekaligus balasan atas lawatan Prabowo ke Mesir.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menginjakkan kaki di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu sore, menandai awal kunjungan kenegaraan yang akan berlanjut ke pertemuan puncak dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Minggu pukul 10.30 WIB. Kedatangan ini bukan sekadar seremoni diplomatik biasa; ia menjadi penanda penguatan poros strategis antara Jakarta dan Kairo yang telah dibangun sejak beberapa tahun terakhir.
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir menyatakan bahwa tujuan utama lawatan ini adalah memperkokoh kerja sama strategis kedua negara. Menurutnya, kunjungan al-Sisi merupakan balasan atas kunjungan Prabowo ke Mesir pada 2024 dan 2025. "Ini adalah kunjungan balasan, dan juga bagian akhir dari rangkaian kunjungan Presiden al-Sisi ke Asia setelah Korea Selatan dan Malaysia," ujar Arrmanatha di Halim Perdanakusuma.
Pesawat kepresidenan Mesir mendarat sekitar pukul 17.30 WIB. Pengawalan ketat ditunjukkan dengan enam pesawat tempur TNI AUโempat Sukhoi dan dua F-16โyang mengawal dari udara. Empat Sukhoi sempat bermanuver terbang rendah, menambah kesan kehormatan bagi tamu negara. Di ujung tangga pesawat, Menko Polkam Dudung Abdurachman dan Menlu Arrmanatha menyambut langsung, disusul jajar kehormatan yang berbaris di sepanjang karpet biru. Al-Sisi juga disambut tarian tradisional Betawi dengan iringan gambang kromong, sebelum meninggalkan lokasi dengan Mercedes-Benz S600.
Pertemuan bilateral di Istana Merdeka akan diawali dengan pertemuan empat mata, dilanjutkan dengan delegasi lengkap. Sejumlah dokumen kerja sama disiapkan, termasuk di bidang visa, statistik, dan perikanan. Rencana aksi untuk meningkatkan hubungan strategis juga akan ditandatangani. Menlu Arrmanatha menegaskan bahwa pertemuan ini akan menghasilkan langkah konkret yang memperkuat fondasi hubungan bilateral.
"Rencananya besok pagi pukul 10.30, Bapak Presiden akan menerima Presiden Mesir di Istana, dan akan ada serangkaian kegiatan, mulai dari pertemuan empat mata, pertemuan bilateral, dan penandatanganan nota kesepahaman terkait dengan masalah visa, kerja sama statistik, perikanan, dan juga rencana aksi untuk meningkatkan hubungan kerja sama strategis antara Indonesia dan Mesir," kata Arrmanatha.
Bagi Indonesia, kunjungan ini memiliki bobot strategis yang tidak kecil. Mesir adalah pintu gerbang utama ke Afrika dan kawasan Timur Tengah, sekaligus mitra penting dalam forum-organisasi multilateral seperti OKI. Kerja sama perikanan, misalnya, dapat membuka akses pasar dan transfer teknologi bagi sektor kelautan nasional. Sementara kerja sama statistik dan visa akan mempermudah mobilitas warga dan pelaku usaha kedua negara. Di tengah ketidakpastian global, memperkuat jaringan diplomasi dengan negara-negara berpengaruh di kawasan adalah langkah taktis.
Kunjungan al-Sisi juga menjadi sinyal bahwa Indonesia terus memainkan peran aktif dalam politik luar negeri yang bebas aktif. Setelah sebelumnya Prabowo melakukan lawatan ke Kairo, hubungan kedua negara kini memasuki fase implementasi dari berbagai kesepakatan yang telah diteken. Rencana aksi yang akan ditandatangani menjadi peta jalan konkret untuk beberapa tahun ke depan.
Al-Sisi dijadwalkan kembali ke Mesir pada Minggu sore, mengakhiri rangkaian kunjungan kenegaraan di Indonesia. Namun, hasil dari pertemuan di Istana Merdeka akan menentukan arah kerja sama bilateral dalam jangka menengah. Publik menantikan apakah komitmen yang diteken benar-benar berdampak pada sektor-sektor prioritas, terutama perikanan dan visa, yang selama ini menjadi isu teknis namun berdampak langsung bagi masyarakat. Jika berjalan mulus, kunjungan ini bisa menjadi model diplomasi ekonomi yang menguntungkan kedua pihak.



