Maximo Quiles Juara Moto3 2026 di Mandalika, Cetak Rekor Baru
Baca dalam 60 detik
- Maximo Quiles memastikan gelar Moto3 2026 setelah menang dominan di Sirkuit Mandalika, Minggu (5/10).
- Pembalap CF Moto Aspar itu menjadi yang pertama dalam sejarah Moto3 yang mengunci titel dengan lima balapan tersisa.
- Kemenangan ini menjadikannya penerus warisan Marc Marquez, yang juga meraih gelar 125cc pada 2010.

Maximo Quiles resmi menyegel gelar juara dunia Moto3 2026 setelah tampil perkasa di Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu (5/10). Pembalap CF Moto Aspar itu finis terdepan dengan keunggulan 2,9 detik, sekaligus memastikan diri sebagai juara dengan lima seri masih tersisa—sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kelas Moto3.
Quiles tiba di Mandalika dengan keunggulan 127 poin atas rival terdekatnya, David Almansa. Ia hanya butuh menjaga selisih minimal 125 poin hingga akhir pekan untuk mengunci titel. Namun, tekanan justru datang dari para pesaingnya yang mendominasi sesi kualifikasi. Brian Uriarte merebut pole position, diikuti Almansa dan Alvaro Carpe, sementara Quiles hanya mampu start dari posisi keenam.
Meski demikian, pembalap berusia 18 tahun itu langsung melesat begitu balapan dimulai. Dalam lap pembuka, ia sudah menyalip Uriarte untuk merebut posisi kedua, lalu menyalip Almansa di Tikungan 1 untuk mengambil alih pimpinan balapan. Sejak saat itu, Quiles tak tersentuh, membangun jarak dua detik hanya dalam enam lap pertama dan terus menjauh dari para pengejarnya.
Almansa harus puas finis kedua, diikuti Matteo Bertelle di posisi ketiga. Uriarte gagal naik podium setelah finis keempat, sementara rekan setimnya di KTM Ajo, Carpe, terjatuh sepuluh lap sebelum finis saat sedang bersaing untuk posisi ketiga. Insiden itu membuat Carpe menjadi salah satu dari empat pembalap yang gagal menyelesaikan balapan di Indonesia.
"Quiles menunjukkan kematangan luar biasa. Ia tidak hanya cepat, tapi juga cerdas membaca situasi balapan," ujar seorang pengamat MotoGP yang enggan disebutkan namanya.
Kesuksesan Quiles ini istimewa karena terjadi 16 tahun setelah mentornya, Marc Marquez, merebut gelar 125cc pada 2010. Quiles merupakan bagian dari akademi Marquez dan sering disebut sebagai penerus sang juara dunia delapan kali. Setelah musim ini, ia dipastikan naik ke kelas Moto2 pada 2027, tetap bersama tim Aspar.
Bagi Indonesia, gelaran MotoGP di Mandalika kembali menorehkan sejarah. Dua tahun berturut-turut, Sirkuit Mandalika menjadi saksi lahirnya juara dunia Moto3. Hal ini menegaskan posisi Indonesia sebagai tuan rumah yang diperhitungkan di kancah balap motor internasional, sekaligus memberikan dampak ekonomi dan promosi pariwisata yang signifikan.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Quiles mampu mengulang dominasi serupa di Moto2, kelas yang jauh lebih kompetitif. Jika ia terus berkembang di bawah bimbingan Marquez, bukan tidak mungkin ia akan menjadi bintang besar MotoGP dalam beberapa tahun mendatang.



