Veda Ega Berburu Poin di Mandalika, Quiles Siap Kunci Gelar Moto3
Baca dalam 60 detik
- Veda Ega Pratama akan memulai balapan dari posisi ketujuh di Pertamina Moto3 Mandalika, Minggu (11/10), dan bertekad mengakhiri paceklik finis 10 besar.
- Maximo Quiles berpeluang mengunci gelar juara dunia Moto3 jika mampu menjaga selisih 126 poin dari pesaing terdekat hingga balapan usai.
- Balapan disiarkan langsung Trans7 mulai pukul 10.00 WIB, dengan Brian Uriarte mengisi pole position dan David Almansa mendampingi di barisan depan.

Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dalam gelaran Pertamina Moto3 Mandalika yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (11/10). Start dari posisi ketujuh, Veda dituntut memanfaatkan peluang di hadapan pendukung sendiri untuk mengakhiri tren buruk empat seri terakhir tanpa finis di zona 10 besar.
Balapan utama dijadwalkan mulai pukul 11.00 WITA atau 10.00 WIB dan disiarkan langsung oleh Trans7. Posisi start Veda berada tepat di belakang pemimpin klasemen sementara, Maximo Quiles, yang tampil konsisten sepanjang musim. Konfigurasi grid ini membuka peluang duel langsung sejak lap awal, terutama karena karakter Sirkuit Mandalika yang menuntut presisi pengereman dan manajemen ban.
Bagi Veda, Mandalika bukan sekadar seri kandang. Ia tengah mengejar konsistensi setelah empat balapan beruntun gagal menembus sepuluh besar. Tekanan tambahan datang dari ekspektasi publik yang ingin melihat pembalap Indonesia bersaing di level atas, setidaknya mengamankan poin. Jika mampu finis di posisi tinggi, Veda tidak hanya memperbaiki catatan pribadi tetapi juga memperkuat posisinya di bursa pembalap muda untuk musim depan.
Di sisi lain, Quiles memiliki agenda berbeda. Pembalap Spanyol itu berada di ambang gelar juara dunia Moto3. Dengan koleksi 326 poin, ia hanya butuh menjaga jarak minimal 126 poin dari Almansa hingga balapan tuntas. Artinya, Quiles tidak wajib menang; finis di depan Almansa dengan selisih poin yang aman sudah cukup untuk memastikan trofi. Situasi ini membuat strategi balapan Quiles berpotensi lebih konservatif, meski tetap agresif di tikungan awal.
Almansa, yang start dari posisi kedua, menjadi penentu apakah perburuan gelar berlanjut ke seri berikutnya. Ia harus memangkas selisih 127 poin, sebuah jarak yang secara matematis masih mungkin tetapi sangat bergantung pada hasil di Mandalika. Jika Almansa gagal finis atau tertinggal jauh, Quiles bisa langsung merayakan gelar di Indonesia. Sebaliknya, jika Almansa tampil dominan, persaingan akan terbuka hingga putaran final.
Pertamina Moto3 Mandalika juga menjadi ujian bagi penyelenggara dalam mengelola event internasional di tengah agenda pariwisata nasional. Kehadiran penonton di tribun Mandalika diharapkan mendorong dampak ekonomi lokal, terutama sektor akomodasi, kuliner, dan transportasi. Namun, sorotan utama tetap pada performa pembalap tuan rumah. Veda Ega menjadi satu-satunya wakil Indonesia di grid Moto3, sehingga hasilnya akan menjadi barometer pembinaan pembalap muda nasional.
Secara teknis, Sirkuit Mandalika menawarkan kombinasi tikungan cepat dan area pengereman keras yang sering memunculkan insiden. Pembalap yang mampu menjaga ban belakang hingga lap-lap akhir berpeluang besar finis di posisi terdepan. Veda perlu memanfaatkan start bersih dan menghindari kontak di tikungan pertama untuk menjaga ritme. Jika ia bisa menempel kelompok depan, peluang mencetak poin terbuka lebar.
Pertanyaan besarnya: akankah Veda memecah kebuntuan di kandang sendiri, atau justru Quiles yang mengunci gelar lebih cepat dari perkiraan? Balapan siang nanti akan menjawab, sekaligus menentukan arah persaingan menuju sisa musim.



