Brexton Busch, 11 Tahun, Mengendarai Mobil No. 8 Milik Kyle Busch dalam Penghormatan Terakhir
Baca dalam 60 detik
- Brexton Busch, putra mendiang Kyle Busch, mengendarai mobil NASCAR Cup No. 8 milik ayahnya dalam upacara peringatan di Charlotte.
- Aksi burnout dan penghormatan dengan membungkuk khas Kyle Busch menjadi momen paling emosional dalam rangkaian penghormatan sejak kepergian legenda NASCAR itu.
- Karier balap Brexton terus berlanjut; ia bahkan meraih kemenangan di kelas Legends kurang dari dua bulan setelah kehilangan sang ayah.

Brexton Busch, anak berusia 11 tahun dari mendiang pembalap NASCAR Kyle Busch, mengejutkan hadirin dalam upacara peringatan ayahnya dengan mengendarai mobil balap No. 8 Richard Childress Racing (RCR) Chevrolet Camaro ZL1 โ kendaraan yang pernah membawa Kyle meraih kemenangan pertamanya bersama tim tersebut di Fontana pada 2023. Aksi tersebut berlangsung di Charlotte pada Jumat malam, menjadi puncak dari rangkaian penghormatan yang digelar sejak kepergian Kyle pada 21 Mei lalu di usia 41 tahun.
Upacara yang berlangsung penuh haru itu diisi dengan pidato dari sejumlah tokoh, termasuk Joe Gibbs, Austin Dillon, dan Samantha Busch, serta sesi tanya jawab bersama Kurt Busch, Kyle Larson, Daniel Suarez, Noah Gragson, dan Christopher Bell. Setelah Samantha menyelesaikan pidato selama sepuluh menit, ia mengumumkan bahwa Brexton akan melakukan putaran kemenangan khusus untuk menghormati ayahnya. Brexton kemudian meluncur dari balik panggung dengan mobil biru Lucas Oil No. 8, memacu kendaraan di lintasan utama dan melakukan burnout di depan penonton.
Meski sempat tersendat sebelum ban belakang akhirnya berputar, Brexton terus melanjutkan aksi hingga kedua ban belakang mobilnya gundul. Adiknya, Lennix yang baru berusia empat tahun, menyerahkan bendera finis saat Brexton naik ke atas mobil dan membungkuk khas sang ayah โ gestur yang selalu dilakukan Kyle Busch setiap kali meraih kemenangan. Momen tersebut disambut sorakan penonton, sementara pertunjukan drone menghiasi langit malam sebagai penghormatan tambahan.
Richard Childress, pemilik tim RCR, mengungkapkan bahwa Austin Dillon secara pribadi melatih Brexton untuk melakukan burnout di belakang bengkel tim. Latihan tersebut terlihat dari foto-foto Brexton yang duduk di dalam mobil Cup dan menjalani fitting beberapa minggu sebelum acara. Dukungan tim terhadap Brexton menunjukkan betapa besar warisan Kyle Busch tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas balap secara luas.
"Momen ini mungkin merupakan penghormatan paling istimewa dari sekian banyak penghormatan yang diberikan sejak kepergian Kyle," ujar seorang pengamat NASCAR.
Kyle Busch dikenal sebagai salah satu pembalap paling dominan dalam sejarah NASCAR. Sepanjang kariernya, ia mengoleksi 234 kemenangan di tiga divisi nasional โ sebuah rekor yang belum tertandingi. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi dunia balap, namun juga memunculkan gelombang penghormatan di setiap sirkuit yang disinggahi NASCAR. Momen di Charlotte ini menjadi penutup yang emosional bagi rangkaian peringatan tersebut.
Bagi Brexton, balap bukan sekadar warisan. Ia terus menekuni karier balapnya sendiri, aktif membagikan perkembangan usai setiap lomba, dan telah menorehkan prestasi di kelas Legends. Keberaniannya mengendarai mobil ayahnya di depan ribuan penonton, meski masih belia, menunjukkan bakat dan mental yang tak jauh berbeda dari Kyle Busch di masa muda.
Ke depan, publik NASCAR akan terus menyoroti perjalanan Brexton Busch. Akankah ia mengikuti jejak sang ayah hingga ke puncak NASCAR Cup Series? Ataukah ia akan menempa jalannya sendiri di dunia balap? Yang jelas, momen di Charlotte menjadi pengingat bahwa warisan Kyle Busch tidak hanya tentang trofi, tetapi juga tentang semangat yang diteruskan kepada generasi berikutnya.



