Partai Hijau Inggris Dilanda Krisis Identitas: Zionisme, Ekstremisme, dan Reformasi Internal
Baca dalam 60 detik
- Partai Hijau Inggris menghadapi perpecahan setelah mosi kontroversial yang menyebut Zionisme sebagai rasisme disahkan dalam konferensi partai.
- Anggota parlemen Ellie Chowns memperingatkan bahwa partainya rentan terhadap infiltrasi ekstremis dan menuntut reformasi struktur pengambilan kebijakan.
- Kekalahan dalam pemilu sela Holborn dan St Pancras menambah tekanan pada pemimpin Zack Polanski, sementara suara Partai Hijau justru naik signifikan.

Partai Hijau Inggris tengah menghadapi badai internal setelah mosi yang mendefinisikan Zionisme sebagai bentuk rasisme resmi menjadi kebijakan partai. Keputusan ini diambil dalam konferensi partai awal bulan ini, memicu perpecahan di antara tokoh senior dan kritik tajam dari komunitas Yahudi. Ellie Chowns, anggota parlemen yang juga pemimpin Partai Hijau di Westminster, menyebut kebijakan tersebut sebagai "kebijakan yang signifikan dan merusak" dan berjanji akan mendorong reformasi internal.
Mosi yang diajukan oleh aktivis ini lolos dengan perolehan 1.022 suara berbanding 813, meskipun hanya dihadiri sekitar 0,4% dari total 230.000 anggota partai. Chowns menyoroti bahwa keputusan sebesar itu tidak seharusnya diambil oleh sebagian kecil anggota, mengindikasikan ada yang salah dalam mekanisme pengambilan kebijakan partai. "Saya tidak tahu apakah ada ekstremis dan rasis di partai saya. Tapi saya ingin memastikan partai saya tidak rentan terhadap pengambilalihan oleh ekstremis dan rasis," ujarnya kepada BBC Radio 4.
Mantan pemimpin Partai Hijau, Caroline Lucas, sebelumnya telah memperingatkan bahaya entryismโpraktik di mana individu mendaftar ke partai dengan tujuan mengubah arah politik dari dalam. Lucas menekankan perlunya menjadikan Partai Hijau sebagai tempat yang ramah bagi komunitas Yahudi. Ia juga menyoroti bahwa konstitusi partai yang ditulis beberapa dekade lalu sudah tidak memadai untuk struktur partai modern yang kini memiliki anggota parlemen dan wali kota.
Kontroversi ini juga menyeret pemimpin Partai Hijau, Zack Polanski, yang sebelumnya menyatakan tidak akan memilih mosi tersebut dan lebih memilih versi amandemen. Polanski, yang beragama Yahudi, mengakui bahwa "bagian substansial dari mosi" yang menyebut genosida Palestina didasari ideologi rasis adalah "jelas." Namun, ia memilih meninggalkan konferensi lebih awal untuk berkampanye di pemilu sela, keputusan yang dikritik keras oleh Vivien Lichtenstein dari Jewish Greens. Lichtenstein menilai Polanski seharusnya mengundurkan diri karena menghindari debat krusial.
"Zionisme adalah anti-rasisme, menciptakan tempat berlindung bagi orang Yahudi di tanah leluhur mereka setelah ribuan tahun penganiayaan," demikian pernyataan Dewan Deputi Yahudi Inggris dan Dewan Kepemimpinan Yahudi.
Di sisi lain, pendukung mosi seperti Ashok Kumar dari kelompok Greens for Palestine berargumen bahwa langkah ini adalah tentang "pembebasan Palestina" dan bukan tindakan yang merusak citra partai. Menurutnya, semakin banyak orang melihat isu ini sebagai hal inti, dan posisi Zionis justru menjadi marginal. Perdebatan ini mencerminkan ketegangan global yang semakin dalam antara solidaritas Palestina dan kekhawatiran akan anti-Semitisme.
Bagi Indonesia, dinamika Partai Hijau Inggris ini menjadi cermin bagaimana partai politik di negara demokrasi menghadapi tekanan dari kelompok akar rumput yang vokal. Isu Zionisme dan Palestina memang sensitif secara global, tetapi cara sebuah partai mengelola perbedaan internal akan menentukan kredibilitasnya di mata pemilih. Partai Hijau, yang biasanya fokus pada isu lingkungan, kini harus berhadapan dengan pertanyaan identitas yang jauh lebih pelik.
Ke depan, Partai Hijau Inggris berada di persimpangan: mereformasi struktur agar tidak mudah dibajak kelompok tertentu, atau mempertahankan model partai terbuka yang rentan terhadap infiltrasi. Keputusan mereka akan menjadi preseden bagi partai-partai progresif lain di Eropa yang menghadapi dilema serupa. Akankah Partai Hijau mampu merangkul keragaman tanpa kehilangan arah? Waktu yang akan menjawab, tetapi tekanan dari dalam dan luar semakin menggunung.



