Antonelli Cetak Sejarah di Monza, Verstappen dan Palou Kuasai September 2026
Baca dalam 60 detik
- Andrea Kimi Antonelli menjadi pembalap Italia pertama yang menang di Grand Prix Italia sejak 1966 setelah comeback dramatis dari posisi 19.
- Max Verstappen satu-satunya pembalap yang konsisten naik podium di tiga balapan September, sementara Alex Palou mengunci gelar IndyCar kelima.
- Dominasi pembalap muda dan veteran ini mempertegas peta persaingan motorsport global menjelang akhir musim 2026.

Andrea Kimi Antonelli mengukir sejarah baru dalam balapan Grand Prix Italia di Sirkuit Monza setelah tampil sebagai pemenang dari posisi start ke-19, Minggu (6/9/2026). Pembalap muda Italia itu menjadi orang Italia pertama yang menguasai podium tertinggi di Monza sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966, sekaligus menutup puasa panjang tuan rumah di hadapan publik sendiri.
Kemenangan Antonelli tidak berjalan mulus. Ia sempat melewati kerikil saat duel sengit di putaran-putaran akhir, namun tetap mampu mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis. Hasil ini menjadi puncak performa pembalap yang musim ini terus menunjukkan konsistensi di lintasan cepat maupun teknis.
Sementara itu, Max Verstappen memperlihatkan kebangkitan Red Bull Racing pada September. Ia menjadi satu-satunya pembalap yang berhasil naik podium di tiga balapan berbeda—Madrid, Baku, dan Monza. Meski belum meraih kemenangan pada bulan tersebut, Verstappen terus menekan rival-rivalnya dan akhirnya memecah kebuntuan pada awal Oktober 2026.
Di ajang NASCAR, Kyle Larson membuka Chase 2026 dengan kecepatan luar biasa. Ia memenangkan dua dari empat balapan pembuka, memimpin perolehan poin stage, dan mengakhiri paceklik kemenangan selama 51 balapan. Sejak itu, pembalap Hendrick Motorsports tersebut belum menunjukkan tanda-tanda melambat dalam perburuan gelar ketiga, dengan rata-rata finis 2,2.
Marc Marquez juga mencuri perhatian di MotoGP. Ia memaksa Marco Bezzecchi melakukan kesalahan dan meraih kemenangan ganda di Misano, bahkan ketika Ducati kesulitan di Austria. Marquez kini mendekati Jorge Martin di puncak klasemen dan, dengan performa apiknya belakangan ini, tampaknya sulit dihentikan menuju gelar juara.
Di IndyCar, Alex Palou kembali menegaskan dominasinya. Pembalap Spanyol itu meraih gelar kelima dan keempat secara beruntun pada bulan lalu. Ia sudah mengamankan gelar sebelum balapan final dan finis di posisi kedelapan, dengan selisih 86 poin atas Kyle Kirkwood di posisi kedua.
Nyck de Vries menunjukkan performa impresif di ajang sportscar. Penampilannya di 6 Hours of Austin menjadi salah satu yang terbaik, meski masalah hidrolik menghalangi Toyota No. 7 meraih kemenangan. Ia kembali kuat di Fuji sebelum faktor eksternal menggagalkan peluangnya naik podium.
Bagi penggemar motorsport di Indonesia, dinamika ini menjadi cermin bagaimana pembalap muda dan veteran bersaing ketat di berbagai disiplin. Kehadiran pembalap Asia Tenggara di ajang internasional masih terbatas, namun minat terhadap MotoGP dan F1 terus tumbuh. Ajang seperti ini bisa menjadi tolok ukur bagi pembinaan pembalap nasional yang ingin menembus kompetisi global.
Dengan musim yang masih menyisakan beberapa seri, pertanyaannya adalah apakah Antonelli mampu mempertahankan momentum, atau justru Verstappen dan Marquez yang akan mendominasi hingga akhir. Persaingan menuju gelar di setiap kategori masih terbuka lebar.



