Antonelli Keluhkan Paket Upgrade Mercedes di Singapura: "Mobil Sangat Tak Terduga"
Baca dalam 60 detik
- Kimi Antonelli hanya menempati posisi ketujuh pada kualifikasi sprint race GP Singapura setelah kesulitan mengendalikan paket upgrade Mercedes W17.
- Tertinggal 0,693 detik dari Max Verstappen, Antonelli mengaku mobil sulit diprediksi dan belum bisa menemukan racikan yang tepat.
- Dengan balapan sprint dan grand prix masih menyisakan poin besar, Mercedes harus segera mencari solusi agar tidak kehilangan momentum di klasemen.

Kimi Antonelli, pemuncak klasemen sementara Formula 1 2026, harus puas start dari posisi ketujuh pada sprint race Grand Prix Singapura. Pembalap Mercedes berusia 20 tahun itu tertinggal 0,573 detik dari rekan setimnya, George Russell, yang menempati posisi kedua, dan 0,693 detik dari Max Verstappen yang merebut pole position. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Antonelli yang datang ke Marina Bay dengan harapan besar setelah Mercedes membawa paket upgrade besar ke Sepang pekan lalu.
Sejak sesi latihan bebas pertama (FP1), Antonelli sudah mengeluhkan performa mobil. "Sejak FP1 saya sudah kesulitan. Masih banyak yang harus dipahami dari paket ini," ujarnya kepada F1 TV. "Mobilnya sangat sulit, sangat tidak terduga, dan sangat sulit untuk mencatatkan satu lap yang bersih." Pernyataan itu sejalan dengan komentar bos tim Toto Wolff yang menyebut mobil baru "terasa sedikit lebih rumit untuk dikendarai".
Keputusan Mercedes untuk tetap memakai paket upgrade pada mobil Antonelli, sementara Russell kembali ke spesifikasi lama, menunjukkan tim tengah melakukan eksperimen besar. Namun, eksperimen itu belum membuahkan hasil. Di Sepang, Verstappen tampil dominan dari pole, sementara Antonelli hanya finis kedua meski membawa pembaruan. Kini, di Singapura, masalah yang sama kembali menghantui: mobil sulit dikendalikan dan belum ada solusi cepat.
"Ini akan menjadi akhir pekan yang sulit, kecuali kami bisa menemukan sesuatu besok. Saya tidak benar-benar melihat di mana kami bisa menemukan tujuh persepuluh detik, tapi Anda tidak pernah tahu," kata Antonelli.
Antonelli juga menyoroti peran insinyur dan Peter Bonnington, yang akrab disapa Bono, untuk mencari perbaikan pada mobil. "Mungkin malam ini, Bono dan para insinyur akan menemukan sesuatu pada mobil, dan saya pasti akan mencoba meningkatkan sedikit cara mengemudi, lalu kita lihat besok," tambahnya. Meski demikian, ia tidak terlalu yakin bisa menantang Verstappen yang tampil superior, terlebih dengan kehadiran McLaren dan Ferrari yang juga mengintai.
Bagi Mercedes, situasi ini menjadi ujian berat. Tim asal Brackley itu berambisi merebut kembali gelar juara dunia, tetapi pengembangan mobil yang agresif justru menimbulkan ketidakpastian. Keunggulan 86 poin Antonelli di klasemen memang masih aman, namun jika tren negatif berlanjut, Russell yang memakai spesifikasi lama bisa menjadi ancaman internal. Persaingan internal pun berpotensi memanas jika Russell tampil lebih kompetitif dengan mobil yang lebih stabil.
Di sisi lain, Verstappen dan Red Bull tampaknya sedang dalam momentum terbaik. Kemenangan dominan di Sepang menjadi sinyal bahwa RB22 mampu beradaptasi cepat dengan karakter sirkuit yang berbeda. Sirkuit jalanan Marina Bay yang sempit dan menuntut presisi tinggi biasanya menjadi medan ujian bagi mobil dengan keseimbangan aerodinamis yang baik. Jika Mercedes gagal mengatasi masalah handling, bukan tidak mungkin Verstappen kembali menuai poin penuh dan memperkecil jarak di klasemen.
Balapan sprint race dan grand prix Singapura masih menyisakan banyak poin. Antonelli dan Mercedes punya waktu terbatas untuk membalikkan keadaan. Apakah mereka mampu menemukan racikan ajaib di malam hari, atau justru semakin tenggelam dalam ketidakpastian? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa jam ke depan.



