Pembunuhan Ann Widdecombe: Jaksa Sebut Motif Terorisme dan Kebencian terhadap Reform
Baca dalam 60 detik
- Joshua Kerry, 28, didakwa membunuh Ann Widdecombe dengan motif politik dan ideologis, termasuk serangan terhadap Partai Reform.
- Jaksa mengungkap Kerry melakukan pengintaian online terhadap tokoh publik dan mencoba membobol rumah Nigel Farage 15 bulan sebelum pembunuhan.
- Pengadilan menggabungkan dua dakwaan โ pembunuhan dan persiapan aksi teror โ dengan sidang lima pekan dijadwalkan mulai 8 Juni tahun depan.

Joshua Kerry, pria 28 tahun yang dituduh membunuh Ann Widdecombe, mantan menteri Konservatif dan juru bicara Partai Reform, menghadapi dakwaan berlapis. Dalam sidang di Old Bailey, Jumat (14/3), jaksa menuding Kerry memiliki "permusuhan khusus terhadap Reform" dan menganut paham ekstrem kiri atau anti-kemapanan. Pembunuhan itu, menurut jaksa, sarat koneksi terorisme karena berlatar politik dan ideologis.
Kerry pertama kali didakwa atas pembunuhan Widdecombe pada Juli lalu. Pekan lalu, ia menghadapi dakwaan kedua: mempersiapkan tindakan teror. Jaksa menuding Kerry melakukan pengintaian daring terhadap sejumlah tokoh dan institusi terkemuka, serta mendatangi rumah Nigel Farage di London Selatan pada 19 April 2025 dan berupaya menyusup ke dalamnya โ 15 bulan sebelum Widdecombe tewas.
Hakim Pengadilan Tinggi, Mrs Justice Cheema-Grubb, mengabulkan permintaan jaksa untuk menggabungkan kedua dakwaan menjadi satu perkara. Jaksa berargumen keduanya "terkait erat". Sidang lima pekan dijadwalkan mulai 8 Juni tahun depan, dengan agenda berikutnya pada 29 Januari. Kerry mengikuti persidangan melalui tautan video dari Penjara Belmarsh, mengenakan kaus abu-abu tahanan. Pengacara pembela, Nicholas Lumley KC, menyatakan kliennya kemungkinan akan membantah semua tuduhan.
Widdecombe adalah figur politik veteran: 23 tahun menjadi anggota parlemen Konservatif untuk Maidstone and the Weald, Kent, dan menjabat posisi menteri di era John Major pada 1990-an. Setelah pensiun dari parlemen, ia tampil di Strictly Come Dancing 2010 dan menjadi runner-up Celebrity Big Brother delapan tahun kemudian. Pada 2019, ia bergabung dengan Partai Reform, yang dipimpin Nigel Farage. Jaksa mengungkap bahwa Widdecombe diserang dengan palu 21 kali ke kepala saat makan siang di rumahnya โ sebuah detail yang memperkuat dugaan serangan brutal dan terencana.
"Dakwaan ini menunjukkan bahwa kekerasan bermotif politik bukan lagi ancaman teoretis, melainkan nyata di jantung demokrasi Inggris," ujar seorang analis keamanan yang memantau kasus ini.
Kasus ini menyoroti meningkatnya polarisasi politik di Inggris, terutama menjelang pemilu. Partai Reform yang beraliran kanan populis kerap menjadi sasaran kritik keras, sementara serangan terhadap politisi memicu kekhawatiran tentang keselamatan pejabat publik. Pemerintah Inggris telah memperketat pengamanan bagi anggota parlemen, namun insiden seperti ini menunjukkan celah yang masih ada. Pengadilan akan menjadi ujian bagi penegakan hukum dalam menangani kejahatan bermotif ideologis.
Bagi Indonesia, kasus ini menjadi cermin tentang pentingnya menjaga stabilitas politik dan toleransi. Meski konteksnya berbeda, meningkatnya ujaran kebencian dan serangan terhadap simbol politik di berbagai negara menegaskan bahwa demokrasi membutuhkan perlindungan nyata, bukan sekadar retorika. Aparat keamanan dan masyarakat sipil perlu waspada terhadap radikalisasi yang dapat berujung pada kekerasan.
Dengan sidang yang masih panjang, publik akan menantikan apakah dakwaan terorisme dapat dibuktikan. Jika terbukti, kasus ini bisa menjadi preseden hukum penting dalam menangani kejahatan politik di Inggris. Namun, jika Kerry berhasil membantah semua tuduhan, pertanyaan tentang motif dan jaringan di baliknya akan tetap menggantung. Ke depan, pengadilan dituntut transparan agar tidak memicu spekulasi yang memperkeruh situasi politik.



