Charlie Cox Konfirmasi Peran di Game Sega Tanpa Judul, Sesi Rekaman 40 Jam
Baca dalam 60 detik
- Aktor Charlie Cox mengungkap keterlibatannya dalam proyek game Sega yang belum diumumkan, dengan durasi rekaman suara mencapai 40 jam.
- Pengalaman sebelumnya di Clair Obscur: Expedition 33 hanya memakan waktu sekitar empat hingga delapan jam, menandakan porsi peran yang jauh lebih besar di game baru.
- Pengumuman ini memicu spekulasi tentang skala produksi dan potensi game tersebut dalam industri game global, termasuk dampaknya bagi pasar Indonesia.

Aktor Charlie Cox, yang dikenal sebagai Matt Murdock dalam serial Daredevil: Born Again, secara resmi mengonfirmasi keterlibatannya dalam sebuah game besutan Sega yang belum diumumkan. Kabar ini disampaikan Cox dalam acara New York Comic Con, seperti dilaporkan IGN, menandai langkah keduanya di dunia pengisian suara game setelah debutnya di Clair Obscur: Expedition 33.
Yang menarik, sesi rekaman untuk proyek Sega ini memakan waktu hingga 40 jam. Sebagai perbandingan, Cox sebelumnya hanya menghabiskan sekitar empat jam untuk merekam dialog di Expedition 33, meskipun penulis game tersebut kemudian mengoreksi bahwa durasinya lebih mendekati delapan jam. Lonjakan durasi ini mengindikasikan bahwa perannya di game Sega nanti jauh lebih sentral, mungkin sebagai karakter utama atau tokoh penting dengan banyak dialog.
Insiden lucu pun terjadi saat sesi rekaman. Cox, yang lahir di London, ternyata disangka orang Amerika oleh tim Sega karena aksen Matt Murdock-nya yang sangat meyakinkan. “Saya menyapa, ‘Hai, senang bertemu kalian!’ Dan mereka semua terkejut, ‘Oh, dia orang Inggris,’” ujar Cox menirukan reaksi tim. Mereka menginginkan karakter bersuara Amerika, sehingga Cox harus merekam 40 jam dialog dengan aksen yang tidak ia persiapkan. “Saya pikir mereka mengira saya orang Amerika,” tambahnya.
Meskipun menerima pujian atas penampilannya di Expedition 33, Cox mengaku merasa seperti “penipu total” karena proses rekamannya yang singkat. “Saya sangat senang untuk perusahaan, saya sangat senang game itu sukses,” katanya dalam konvensi tahun lalu. Ia bahkan mendedikasikan nominasi penghargaannya kepada aktor motion-capture Maxence Cazorla, yang menurutnya berjasa besar dalam menghidupkan karakter tersebut. “Segala nominasi atau kredit yang saya terima, saya harus berikan kepada dia, karena saya yakin performa karakter itu sepenuhnya hasil kerjanya, dan suara saya hanya bagian kecil dari proses,” ujarnya.
Keterlibatan Cox di game Sega ini juga menyoroti tren meningkatnya aktor film dan televisi yang merambah industri game. Nama-nama besar seperti Keanu Reeves (Cyberpunk 2077), Norman Reedus (Death Stranding), dan Troy Baker telah lama menjadi bukti bahwa batas antara Hollywood dan game semakin tipis. Bagi Sega, merekrut Cox bisa menjadi strategi untuk menarik perhatian gamer sekaligus penggemar serial superhero, memperluas basis penggemar game tersebut.
Dari kacamata industri, proyek tanpa judul ini berpotensi menjadi salah satu rilisan besar Sega di masa depan. Sega sendiri tengah berupaya memperkuat portofolio game naratifnya setelah sukses dengan seri Yakuza dan Persona. Kehadiran Cox dengan durasi rekaman yang panjang bisa menjadi sinyal bahwa game ini mengusung cerita yang dalam dan karakter yang kompleks, bukan sekadar game aksi biasa.
Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Industri game nasional sedang tumbuh, dengan banyak studio lokal yang mulai menggarap game naratif. Kehadiran aktor kelas Hollywood di game global seperti ini bisa menjadi inspirasi sekaligus tantangan bagi pengembang lokal untuk meningkatkan kualitas pengisian suara dan penceritaan. Selain itu, penggemar game di Indonesia yang menantikan game Sega berikutnya mungkin perlu bersiap karena game ini berpotensi hadir di berbagai platform, termasuk konsol dan PC.
Hingga berita ini diturunkan, Sega belum memberikan keterangan resmi mengenai judul, genre, atau tanggal rilis game tersebut. Yang jelas, pengumuman Cox ini telah memicu spekulasi di kalangan penggemar. Apakah game ini akan menjadi RPG epik seperti Expedition 33, atau justru petualangan aksi yang berbeda? Kita tunggu saja langkah selanjutnya dari Sega.


