Arsenal Incar Julian Alvarez: Mungkinkah Melewati Rekor Declan Rice?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan membuka peluang merekrut Julian Alvarez pada bursa musim dingin setelah penyerang Argentina itu disebut tidak betah di klubnya saat ini.
- Alvarez, yang sempat menolak tawaran Arsenal musim panas lalu, kini disebut terbuka pada kepindahan ke London utara.
- Jika terwujud, transfer ini berpotensi melampaui rekor pembelian Declan Rice senilai £105 juta pada 2023.

Arsenal disebut tengah menjajaki kemungkinan merekrut penyerang Julian Alvarez pada bursa transfer musim dingin mendatang. Langkah ini berpotensi menjadi pembelian terbesar klub dalam beberapa tahun terakhir, bahkan melampaui rekor transfer Declan Rice senilai £105 juta dari West Ham United pada 2023.
Menurut laporan TEAMtalk, Alvarez kini terbuka pada opsi pindah ke Emirates Stadium setelah sebelumnya menolak pendekatan Arsenal pada musim panas lalu, meski saat itu pelatih Mikel Arteta sempat melakukan panggilan telepon pribadi. Situasi di klub Alvarez saat ini—di mana ia disebut mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari sebagian pendukung—membuat kepindahan pada Januari menjadi skenario yang masuk akal bagi semua pihak.
Arsenal sendiri sedang dalam fase transformasi. Manajer Mikel Arteta baru saja menandatangani kontrak baru hingga 2031, menegaskan komitmen jangka panjangnya. Selain itu, Declan Rice dilaporkan hampir menyelesaikan perpanjangan kontrak yang akan menyamai pendapatan tertinggi Bukayo Saka. Stabilitas di kursi pelatih dan gelandang inti ini menjadi fondasi bagi ambisi Arsenal untuk kembali bersaing di puncak.
Namun, kebutuhan akan penyerang elit menjadi prioritas utama. Musim panas 2026 lalu, Arsenal gagal mendatangkan Morgan Rogers yang lebih memilih Chelsea, dan juga kalah dalam perburuan Vinicius Junior yang memilih bertahan di Real Madrid. Kegagalan itu menyisakan celah di lini depan yang harus segera diisi.
Alvarez dianggap sebagai paket lengkap yang dicari Arteta: bukan hanya predator kotak penalti, tetapi juga mampu berkontribusi dalam build-up dan mencetak gol secara konsisten. Dibandingkan Viktor Gyokeres, Alvarez lebih mobile; dibandingkan Kai Havertz, ia lebih klinis dan punya kemampuan menghubungkan permainan yang lebih baik.
"Saya tidak berpikir kesepakatan sebesar itu mungkin terjadi sebelum 2018. Ketika ide merekrut Declan Rice mulai terbentuk, saya mengangkat alis karena saya tidak yakin kami berada di tahap untuk mengejar pemain sekaliber itu," ujar Josh Kroenke, mengingat proses transfer Rice.
Pernyataan Kroenke itu menggambarkan betapa besarnya lompatan yang dilakukan Arsenal dalam beberapa tahun terakhir. Kini, dengan status juara Premier League dan finalis Liga Champions, daya tarik klub meningkat. Alvarez, yang pernah disebut Joe Cole sebagai "peraih Ballon d'Or masa depan" pada Maret 2025, bisa menjadi kepingan terakhir yang mengubah Arsenal dari penantang menjadi penguasa.
Jika transfer ini terwujud, ia tidak hanya melampaui nilai Rice secara finansial, tetapi juga melampaui dampak Rice secara permainan. Rice mengubah lini tengah; Alvarez berpotensi mengubah lini depan yang selama ini menjadi titik lemah. Inilah momen yang bisa mendefinisikan era berikutnya dalam proyek Arteta.
Pertanyaannya, apakah Arsenal berani menebus harga yang mungkin lebih tinggi dari £105 juta? Dan apakah Alvarez benar-benar siap meninggalkan klub yang membayarnya mahal hanya untuk menjadi pelengkap di proyek baru? Bursa musim dingin akan menjadi ujian bagi ambisi Kroenke dan ketajaman Andrea Berta di pasar transfer.



