Moyes Diperhadapkan pada Dilema Lini Belakang: Maitland-Niles Gagal Total di Hull
Baca dalam 60 detik
- Everton harus puas bermain imbang 2-2 melawan Hull City, memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi delapan laga di semua kompetisi.
- Bek kanan Ainsley Maitland-Niles tampil buruk dengan kehilangan penguasaan bola 11 kali dan memenangkan hanya 50% duel, mendapat rating terendah 3/10.
- Manajer David Moyes didesak untuk mencadangkan Maitland-Niles dan mempertimbangkan merekrut bek kanan baru di bursa transfer mendatang.

Everton melanjutkan start tak terkalahkan mereka di musim 2026/27 dengan hasil imbang 2-2 melawan Hull City di KCOM Stadium, Minggu (14/9). Namun, hasil tersebut meninggalkan catatan buruk bagi bek kanan Ainsley Maitland-Niles yang tampil di bawah standar dan mendapat rating terendah di antara pemain inti The Toffees.
Maitland-Niles, yang didatangkan dari Lyon pada musim panas lalu, diharapkan dapat mengatasi masalah bek kanan yang telah lama menghantui Everton. Akan tetapi, performa 78 menit melawan Hull menunjukkan bahwa ia belum mampu menjawab ekspektasi. Bek berusia 29 tahun itu gagal melakukan dribel sukses, tidak akurat dalam umpan silang, dan kehilangan bola 11 kali—artinya ia kehilangan penguasaan bola setiap empat sentuhan.
Tanpa bola, kontribusinya juga minim. Ia hanya memenangkan 50% duel dan kalah dalam setiap tekel yang ia coba. Puncaknya, kesalahan Maitland-Niles berujung pada gol penyama kedudukan Hull yang membuat Everton kehilangan dua poin berharga. Rating 3/10 yang ia terima menegaskan betapa buruknya penampilannya.
Masalah di posisi bek kanan bukan hal baru bagi Everton. Sejak beberapa musim terakhir, posisi tersebut sering menjadi titik lemah. Kedatangan Maitland-Niles diharapkan menjadi solusi, tetapi penampilan melawan Hull justru mempertegas bahwa masalah masih berlanjut. Manajer David Moyes pun dihadapkan pada pilihan sulit: tetap memberikan kesempatan atau segera mencari alternatif.
Moyes sendiri mendapat kritik karena terus memainkan Brennan Johnson, yang juga tampil mengecewakan. Johnson, yang dipinjam dari Nottingham Forest, gagal mencetak gol, tidak melakukan dribel sukses, dan dua kali terjebak offside—salah satunya membatalkan gol Everton. Namun, fokus utama kini tertuju pada Maitland-Niles yang dianggap sebagai rekrutan musim panas yang gagal.
"Moyes harus berani mengambil keputusan tegas. Maitland-Niles dan Johnson bukan pemain yang layak untuk level Premier League saat ini," tulis analis Football FanCast.
Dengan hasil ini, Everton masih belum terkalahkan dalam delapan pertandingan, tetapi hanya meraih dua kemenangan di liga. Kualitas skuad, terutama di lini belakang, menjadi sorotan. Jika Moyes ingin membawa Everton bersaing di papan atas, ia perlu segera melakukan perombakan, termasuk mencari bek kanan baru di bursa transfer Januari.
Ke depan, keputusan Moyes akan sangat menentukan arah musim Everton. Apakah ia akan memberikan kesempatan kedua bagi Maitland-Niles, ataukah ia akan mengambil langkah radikal dengan mencadangkannya? Yang jelas, performa buruk pemain seperti Maitland-Niles dan Johnson tidak bisa terus ditoleransi jika Everton ingin melangkah lebih jauh.



