Harry Styles Ungkap Peran Mantan Kekasih dalam Mengatasi Kecemasan di Ruang Publik
Baca dalam 60 detik
- Harry Styles mengakui bahwa kecemasan saat berada di tempat umum pernah membuatnya merasa tidak aman, terutama di London.
- Ia mengaitkan perubahan besar pada pengalaman berjalan-jalan bersama mantan kekasih yang ekstrover, yang membantunya menyadari bahwa dunia luar tidak menakutkan.
- Thom Yorke, dalam wawancara Rolling Stone, memuji keputusan Styles untuk tetap hidup normal tanpa pengawal pribadi meskipun risiko kerentanan tetap ada.

Penyanyi Harry Styles mengungkapkan bahwa kecemasan yang ia alami saat berada di ruang publik pernah menjadi beban berat di awal kariernya. Dalam wawancara dengan Thom Yorke untuk majalah Rolling Stone, mantan personel One Direction itu menceritakan bagaimana seorang mantan kekasih yang sangat terbuka membantunya mengubah cara pandang terhadap kehidupan di luar rumah. Pengakuan ini muncul ketika Yorke mengenang pertemuan tak terduga mereka di jalanan Roma, di mana ia terkejut melihat Styles berjalan tanpa pengawal.
Styles menjelaskan bahwa pada masa kejayaan One Direction, pengalaman menginap di hotel terasa seperti terkurung. Setiap kali kembali ke London, ia merasa tidak aman untuk keluar. Namun, kehadiran seorang mantan kekasih yang ekstrover memaksanya untuk keluar dari zona nyaman. "Jika kami hanya duduk di rumah selama tiga hari, dia akan menganggap saya gila," ujarnya. Ajakan berjalan kaki keliling kota pun membuka matanya bahwa berada di luar ternyata aman. Kebiasaan itu, kata Styles, mengubah hidupnya secara signifikan karena membuatnya tetap terhubung dengan dunia nyata.
Thom Yorke, vokalis Radiohead, memberikan tanggapan positif terhadap pilihan Styles. Ia mengakui bahwa keputusan untuk tetap tampil di depan umum tanpa perlindungan ketat bukanlah hal mudah. Yorke menyebut ada kalanya seseorang merasa rentan, namun alternatifnya—hidup terkungkung dengan pengawal yang berpatroli—jauh lebih buruk. Ia bahkan menyebut pernah mengenal orang yang menerima ancaman pembunuhan dan memilih tidak keluar rumah sama sekali. "Itu bukan pilihan yang mudah, tetapi lebih baik daripada alternatifnya," tegas Yorke.
Pernyataan Styles ini menyoroti sisi lain dari kehidupan selebritas: tekanan psikologis yang jarang terungkap. Di Indonesia, fenomena serupa juga dialami banyak figur publik. Misalnya, beberapa artis Tanah Air pernah mengeluh tentang kurangnya ruang pribadi dan gangguan dari penggemar atau media. Kesadaran akan kesehatan mental di kalangan selebritas Indonesia mulai meningkat, dengan beberapa di antaranya berbicara terbuka tentang terapi dan pentingnya menjaga keseimbangan hidup. Kisah Styles bisa menjadi cermin bahwa dukungan dari orang terdekat—termasuk pasangan—memainkan peran krusial dalam pemulihan.
"Saya membaca sesuatu tentang berjalan kaki sebagai perspektif seorang seniman, karena Anda berada di level dasar dan melihat hal-hal yang tidak terlihat jika Anda mengemudi ke mana-mana." — Harry Styles
Lebih jauh, Styles mengaitkan kebiasaan berjalan kaki dengan proses kreatifnya. Ia merasa bahwa berjalan di jalanan memberinya sudut pandang yang berbeda, karena ia dapat mengamati detail kehidupan yang terlewat jika selalu berada di dalam kendaraan. Hal ini sejalan dengan pandangan beberapa psikolog yang menyebut aktivitas fisik ringan seperti berjalan dapat mengurangi gejala kecemasan dan meningkatkan mood. Dengan berbagi pengalaman ini, Styles tidak hanya berbicara tentang dirinya, tetapi juga mengajak publik untuk melihat pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan popularitas.
Ke depan, kisah Styles dapat mendorong lebih banyak selebritas untuk berbicara tentang kesehatan mental dan mencari dukungan dari orang terdekat. Apakah industri hiburan akan semakin terbuka dalam membahas isu ini, atau justru tetap menutupinya demi citra? Yang jelas, pengalaman Styles menunjukkan bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman bisa menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih bebas dan bermakna.



