Ben Affleck Puji Jennifer Garner sebagai Ibu 'Luar Biasa', Akui Kualitas Parentingnya Kalah
Baca dalam 60 detik
- Ben Affleck secara terbuka mengakui kehebatan Jennifer Garner sebagai ibu dari ketiga anak mereka, bahkan menyebut dirinya hanya mencapai 75 persen dari kualitas sang mantan istri.
- Pernyataan ini muncul di tengah budaya co-parenting selebriti Hollywood yang semakin terbuka, menyoroti pentingnya rasa saling menghormati pasca-perceraian.
- Publik Indonesia dapat mengambil pelajaran tentang komunikasi sehat antara pasangan yang berpisah, terutama dalam pengasuhan anak.

Aktor Hollywood Ben Affleck kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka memuji mantan istrinya, Jennifer Garner, sebagai ibu yang "luar biasa" bagi ketiga anak mereka. Dalam wawancara dengan Sunday Today, Affleck tidak hanya mengakui kehebatan Garner, tetapi juga dengan rendah hati mengakui bahwa kualitas pengasuhannya masih jauh di bawah sang mantan istri.
Pernyataan ini disampaikan Affleck saat membahas dinamika keluarganya pasca-perceraian. Pasangan yang menikah pada 2005 dan berpisah pada 2018 itu dikaruniai tiga anak: Violet (20), Seraphina (17), dan Samuel (14). "Ibu mereka luar biasa, dan itu selalu membuat saya merasa sedikit kurang," ujar Affleck, menggambarkan betapa besar rasa hormatnya terhadap Garner. Ia bahkan bercanda bahwa ia hanya menjalankan peran sebagai ayah sekitar 75 persen sebaik Garner, yang langsung ditimpali anak-anaknya dengan angka 40 persen.
Meski telah berpisah, Affleck menegaskan bahwa rasa hormatnya terhadap Garner tidak pernah pudar. "Saya menghormatinya. Saya pikir hal terpenting adalah memiliki rasa saling menghormati โ bisa bergaul dengan orang itu," tambahnya. Pernyataan ini bukan sekadar pujian sepihak; Garner sebelumnya juga menyebut Affleck sebagai "co-parent yang luar biasa" dalam wawancara dengan Entertainment Weekly pada Juli lalu. Ia mengakui bahwa mantan suaminya sangat peduli dan bertanggung jawab terhadap anak-anak, sehingga memberinya kebebasan untuk fokus pada karier produksinya.
Hubungan co-parenting yang harmonis antara Affleck dan Garner menjadi contoh langka di industri hiburan yang sering diwarnai konflik pasca-perceraian. Affleck juga pernah menggambarkan perceraian sebagai pengalaman yang "sangat menyakitkan", terutama ketika harus tetap menjalani peran sebagai orang tua. Dalam wawancaranya dengan USA Today, ia menjelaskan bahwa pengalaman hidup, termasuk perceraian, justru memperkaya kemampuannya sebagai aktor. "Keadaan perceraian dengan anak adalah menghadapi sesuatu yang sangat menyakitkan. Orang bisa mengidentifikasinya jika mereka pernah melaluinya," ujarnya.
Fenomena co-parenting yang sehat seperti ini juga relevan dengan konteks Indonesia, di mana angka perceraian terus meningkat dan tantangan pengasuhan anak bersama menjadi isu yang semakin sering dibahas. Menurut data Badan Pusat Statistik, ribuan pasangan di Indonesia memutuskan bercerai setiap tahun, dan banyak di antaranya harus tetap bekerja sama dalam mengasuh anak. Kisah Affleck dan Garner bisa menjadi cermin bahwa perpisahan tidak harus menghancurkan kerja sama sebagai orang tua.
Ke depan, publik akan terus menyoroti bagaimana pasangan selebriti ini menjaga hubungan mereka demi kesejahteraan anak-anak. Apakah model co-parenting yang mereka tunjukkan dapat menjadi standar baru di kalangan figur publik, atau justru sebaliknya? Yang jelas, pernyataan Affleck menegaskan bahwa menghormati mantan pasangan adalah kunci utama dalam mengasuh anak bersama.



