Ghosts Versi AS: Adaptasi Langka yang Mampu Menyamai Keaslian Versi Inggris
Baca dalam 60 detik
- Serial komedi CBS 'Ghosts' sukses besar dengan enam musim, dan musim keenam dijadwalkan tayang awal 2027.
- Adaptasi ini berhasil menyeimbangkan premis asli dengan sentuhan khas Amerika, termasuk latar sejarah Prohibition hingga Perang Revolusi.
- Kini seluruh episode dapat disaksikan gratis di Pluto TV, menjangkau penonton lebih luas tanpa biaya langganan.

Serial komedi supernatural Ghosts versi Amerika Serikat yang tayang di CBS telah mencatatkan diri sebagai salah satu adaptasi jarang yang mampu menyamai kualitas versi aslinya dari Inggris. Sejak debut pada 2021, acara ini tidak hanya bertahan selama enam musim, tetapi juga dijadwalkan kembali dengan musim keenam pada awal 2027. Bagi penonton yang belum mengikuti, seluruh episode kini dapat diakses secara cuma-cuma melalui platform streaming Pluto TV.
Keberhasilan Ghosts versi AS tidak lepas dari pendekatan showrunner Joe Port dan Joe Wiseman yang cermat dalam mengadopsi naskah BBC. Alih-alih menyalin mentah, mereka mempertahankan inti cerita—sepasang suami istri yang mewarisi rumah besar berhantu—namun menyuntikkan konteks budaya Amerika yang kuat. Perbedaan jumlah episode menjadi salah satu pemicu utama: versi Inggris hanya menayangkan enam episode di musim pertama, sementara versi AS langsung memproduksi 18 episode. Konsekuensinya, alur cerita dituntut untuk berkembang lebih cepat dan mandiri.
Pergeseran karakter juga menjadi sorotan. Pasangan utama, Samantha "Sam" (Rose McIver) dan Jay Arondekar (Utkarsh Ambudkar), digambarkan sebagai pasangan yang ingin keluar dari hiruk-pikuk kota, bukan sekadar mencari tempat tinggal seperti Alison dan Mike di versi Inggris. Sementara itu, hantu-hantu yang menghuni rumah memiliki latar belakang yang lebih spesifik pada sejarah Amerika, seperti era Prohibition, Perang Revolusi, hingga komunitas kultus tahun 1960-an. Meski beberapa tokoh tampak terinspirasi dari versi asli—seperti Lady Henrietta Woodstone yang jelas meniru Lady Fanny Button—pengembangan karakter seiring berjalannya musim membuat mereka unik dengan caranya sendiri.
Yang membuat Ghosts versi AS tetap setia pada akar kreatifnya adalah dua pilar utama. Pertama, kehadiran pasangan hidup yang membumi memberikan penyeimbang bagi tingkah laku para hantu, sekaligus mengingatkan bahwa interaksi dengan manusia hiduplah yang memberi dimensi kemanusiaan pada mereka. Kedua, perkembangan para hantu—dari gangguan supranatural yang ingin mengusir penghuni baru menjadi bagian dari keluarga yang menerima perubahan—menjadi jantung komedi keluarga ini. Pendekatan ini sejalan dengan gaya sitkom keluarga yang mengedepankan kehangatan di tengah kekonyodan.
"Dengan merangkul tema-tema asli, Port dan Wiseman mengangkat Ghosts dari sekadar adaptasi biasa menjadi luar biasa," demikian penilaian yang muncul di kalangan pengamat televisi.
Bagi industri hiburan Indonesia, fenomena Ghosts memberikan pelajaran berharga tentang cara mengadaptasi karya asing. Alih-alih terjebak pada peniruan mentah, penyesuaian konteks lokal yang cerdas dapat menghasilkan karya yang diterima pasar global. Keberhasilan versi AS juga menunjukkan bahwa platform streaming gratis seperti Pluto TV dapat menjadi kanal efektif untuk memperluas basis penonton, terutama di tengah persaingan layanan berlangganan yang semakin ketat.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah model adaptasi ini akan ditiru oleh rumah produksi lain, termasuk di Asia Tenggara. Dengan semakin terbukanya akses lintas negara, peluang untuk menciptakan versi lokal dari format global semakin besar—asalkan kreator mampu menemukan keseimbangan antara menghormati sumber dan memberi sentuhan orisinal. Apakah Ghosts akan menjadi cetak biru bagi adaptasi berikutnya? Waktu yang akan menjawab, tetapi jejaknya sudah terlihat jelas.



