Taylor Swift Akan Tampil di Gala Museum Akademi, Spekulasi Nominasi Oscar Pertama Mencuat
Baca dalam 60 detik
- Taylor Swift dijadwalkan menghibur tamu Academy Museum Gala di Los Angeles pada 17 Oktober 2025, sebuah acara penggalangan dana bergengsi menjelang musim penghargaan film.
- Lagu kontribusinya untuk soundtrack Toy Story 5, "I Knew It, I Knew You", disebut-sebut berpotensi mengantarkannya ke nominasi Oscar pertama di kategori Best Original Song.
- Penampilan ini menegaskan ambisi Swift di industri perfilman, seiring dengan kesuksesan komersial album dan singel terbarunya serta perannya sebagai sutradara video musik.

Taylor Swift dipastikan menjadi bintang utama dalam Academy Museum Gala yang akan digelar di Los Angeles pada 17 Oktober mendatang. Penyanyi berusia 36 tahun itu akan menutup rangkaian acara tahunan yang menjadi ajang pertemuan para tokoh penting Hollywood sebelum musim penghargaan film dimulai.
Gala ini bukan sekadar pesta donasi biasa. Acara yang diselenggarakan untuk mendukung pameran, program edukasi, dan pelestarian karya sinematik di Academy Museum of Motion Pictures itu akan memberikan penghormatan kepada tiga nama besar: Charlize Theron, Colman Domingo, dan John Carpenter. Kehadiran Swift sebagai pengisi acara menambah bobot tersendiri, terutama karena namanya tengah dikaitkan dengan peluang nominasi Oscar pertamanya.
Perhatian publik langsung tertuju pada lagu "I Knew It, I Knew You", yang ia tulis dan produksi bersama Jack Antonoff untuk soundtrack film animasi Toy Story 5. Lagu tersebut dianggap sebagai kandidat kuat untuk kategori Best Original Song di Academy Awards, sebuah kategori yang belum pernah ia masuki sepanjang kariernya. Meski demikian, pihak penyelenggara belum mengonfirmasi lagu apa yang akan dibawakan Swift dalam gala tersebut.
Amy Homma, Direktur dan Presiden Academy Museum and Academy Collection, menyatakan kekagumannya terhadap Swift. Menurutnya, Swift adalah talenta luar biasa yang karyanya bergema di seluruh dunia. Ia menambahkan bahwa pihaknya antusias menyambut Swift untuk menutup malam penghormatan bagi tiga pembuat film hebat sekaligus mendukung misi museum dalam merayakan dan melestarikan sinema.
"Taylor adalah talenta luar biasa yang karyanya bergema di seluruh dunia. Kami sangat antusias menyambutnya di gala tahun ini dan menantikan penampilannya untuk menutup malam yang indah." โ Amy Homma, Direktur dan Presiden Academy Museum and Academy Collection.
Langkah Swift di dunia perfilman bukan hal baru. Ia baru saja menerima Artist-Director Award perdana di MTV Video Music Awards, mengukuhkan posisinya sebagai sutradara yang diperhitungkan. Video musik "Patient Zero" yang ia sutradarai sendiri, dengan penampilan Dakota Johnson dan Colin Farrell, menjadi bukti keseriusannya di balik kamera. Sebelumnya, film pendek All Too Well: The Short Film (2021) yang dibintangi Sadie Sink dan Dylan O'Brien telah lebih dulu menunjukkan ambisinya sebagai pembuat film.
Selain itu, Swift telah menyutradarai sejumlah video musiknya sendiri seperti "The Man", "Anti-Hero", dan "Bejeweled". Film konsernya, Taylor Swift: The Eras Tour, sukses besar di bioskop global dan mendokumentasikan tur stadion yang menjadi salah satu pencapaian komersial terbesar dalam kariernya. Kesuksesan ini memperkuat posisinya sebagai fenomena lintas industri, dari musik hingga layar lebar.
Di bidang musik, Swift baru saja meraih kesuksesan tangga lagu dengan The Life of a Showgirl: The Encore, edisi perluasan dari album 2025-nya yang menampilkan empat lagu tambahan. Singel "Patient Zero" mencapai peringkat 1 di Inggris, sementara albumnya juga memuncaki chart, memberinya pencapaian simultan di tangga singel dan album.
Gala Museum Akademi tahun ini juga akan memberikan penghargaan kepada Charlize Theron dengan Icon Award atas kontribusinya pada film-film seperti Monster, Mad Max: Fury Road, dan Atomic Blonde. Colman Domingo, yang dikenal lewat Rustin, Sing Sing, dan serial Euphoria, akan menerima Vantage Award. Sementara itu, sutradara John Carpenter, yang terkenal dengan Halloween, The Thing, dan Escape from New York, akan dianugerahi Luminary Award.
Acara ini dipimpin oleh sutradara Robert Rodriguez dan Steven Spielberg sebagai co-chair, bersama aktris Kate Capshaw. Komite penyelenggara mencakup sederet nama besar seperti Jessica Alba, Judd Apatow, Adrien Brody, Kirsten Dunst, Demi Moore, Rami Malek, dan masih banyak lagi. Kehadiran mereka menegaskan posisi gala ini sebagai salah satu pertemuan paling berpengaruh di kalender Hollywood.
Bagi Indonesia, gaung Academy Museum Gala dan potensi nominasi Oscar Swift mungkin tidak berdampak langsung pada industri film nasional. Namun, fenomena Swift yang mampu menembus batas antara musik, film, dan bisnis hiburan global bisa menjadi cermin bagi pelaku industri kreatif Tanah Air. Kolaborasi lintas sektor, penguasaan narasi, dan pemanfaatan platform digital adalah kunci yang juga relevan bagi musisi dan sineas Indonesia yang ingin mendunia.
Dengan penampilan ini, akankah Taylor Swift benar-benar melangkah ke panggung Oscar tahun depan? Ataukah ini hanya pemanasan sebelum gebrakan yang lebih besar di dunia perfilman? Publik menantikan jawabannya, sementara industri hiburan terus menyoroti setiap gerak langkahnya.



