Ubisoft Tutup Rainbow Six Mobile Januari 2027, Baru Rilis Global Setahun Sebelumnya
Baca dalam 60 detik
- Ubisoft mengumumkan penghentian operasional Rainbow Six Mobile pada 15 Januari 2027, hanya sekitar setahun setelah peluncuran globalnya.
- Tim pengembang game free-to-play tersebut akan dialihkan ke proyek strategis jangka panjang lain, sementara musim terakhir tetap dirilis sesuai jadwal.
- Keputusan ini menegaskan sulitnya porting game hardcore ke perangkat seluler, sekaligus menyoroti tantangan Ubisoft di pasar mobile yang kompetitif.

Ubisoft memastikan akan menutup Rainbow Six Mobile pada 15 Januari 2027, kurang dari setahun setelah game tersebut tersedia secara global untuk Android dan iOS. Pengumuman ini disampaikan langsung melalui situs resmi game, menandai berakhirnya upaya penerbit asal Prancis itu membawa waralaba tactical shooter-nya ke perangkat genggam.
Keputusan tersebut tidak muncul tiba-tiba. Game yang pertama kali diperkenalkan pada 2022 ini sempat menjalani fase beta panjang di sejumlah wilayah sebelum akhirnya dirilis internasional pada Februari 2026. Artinya, masa edar komersialnya hanya berkisar sebelas bulan sebelum pengumuman penutupan. Ubisoft menyebut langkah ini sebagai "sunset" dan menyatakan tim pengembang akan dialihkan ke proyek strategis jangka panjang lainnya. Musim terakhir tetap akan dirilis sesuai rencana pekan depan, memberi pemain kesempatan terakhir mencicipi konten baru.
Sejak awal, Rainbow Six Mobile digadang-gadang sebagai versi "lengkap" dari Rainbow Six Siege yang disesuaikan untuk layar sentuh. Pengembangnya di Ubisoft Montreal menegaskan bahwa proyek ini dibangun dari nol dengan sistem kontrol baru, optimalisasi antarmuka, dan presentasi visual yang dirancang khusus untuk perangkat mobile. Mereka juga menekankan bahwa tujuan game free-to-play ini bukan untuk memindahkan pemain dari PC atau konsol, melainkan memberi pengalaman singkat yang mudah diakses sekaligus menjangkau jutaan pemain baru.
"Tidak ada cara mudah untuk menyampaikannya: kami membuat keputusan sulit untuk menghentikan Rainbow Six Mobile," tulis Ubisoft dalam pernyataan resminya.
Meski demikian, ambisi tersebut tampaknya berbenturan dengan realitas pasar. Porting game taktis yang kompleks ke perangkat seluler sering kali menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan kontrol, daya tahan baterai, hingga persaingan ketat dengan game mobile lain yang lebih ringan. Rainbow Six Mobile bukan satu-satunya upaya Ubisoft di ranah mobile, tetapi penutupannya yang relatif cepat menunjukkan bahwa tidak semua waralaba besar berhasil diterjemahkan ke platform genggam.
Di sisi lain, waralaba utama Rainbow Six Siege justru masih kokoh. Dirilis Desember 2015, game tersebut telah mengumpulkan lebih dari 70 juta pemain terdaftar dan konsisten masuk jajaran game paling banyak dimainkan di Steam. Popularitasnya yang bertahan lama membuat Ubisoft terus mengembangkan ekosistemnya, termasuk merilis spin-off Rainbow Six Extraction pada Januari 2022โyang mendapat ulasan beragamโserta menyiapkan Tom Clancy's Rainbow Six Tactics untuk 2027. Siege sendiri tersedia di PlayStation 4, PlayStation 5, Windows PC, Xbox One, dan Xbox Series X.
Bagi industri game global, penutupan ini menjadi pengingat bahwa ekspansi ke mobile bukan sekadar soal membawa judul besar ke layar kecil. Diperlukan pemahaman mendalam tentang perilaku pemain seluler, model monetisasi yang tepat, dan dukungan jangka panjang. Ubisoft tampaknya memilih mengalihkan sumber daya ke proyek yang dinilai lebih menjanjikan, terutama di tengah tekanan untuk menjaga performa finansial dan portofolio produknya.
Pertanyaannya kini, apakah Ubisoft akan kembali mencoba peruntungan di pasar mobile dengan pendekatan berbeda, atau justru fokus memperkuat waralaba inti di PC dan konsol? Sementara itu, para pemain Rainbow Six Mobile memiliki waktu hingga awal 2027 untuk menikmati musim terakhir dan menyaksikan bagaimana game ini mengakhiri perjalanannya.



