Misi Delapan Bulan Berakhir, Empat Astronaut Kembali ke Bumi Usai Evakuasi Medis Bersejarah
Baca dalam 60 detik
- Empat astronaut dari AS, Prancis, dan Rusia kembali ke Bumi setelah delapan bulan di ISS, misi yang awalnya untuk menggantikan kru yang dievakuasi karena sakit.
- Kepulangan mereka tertunda tiga minggu akibat perbaikan kapsul, sementara mereka tetap produktif dengan spacewalk dan eksperimen.
- Kembalinya mereka menyoroti tantangan kesehatan di luar angkasa dan memperkuat kerja sama internasional di tengah ketegangan geopolitik.

Empat astronaut dari Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia telah kembali ke Bumi setelah menjalani misi delapan bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Mereka mendarat dengan aman di Samudra Pasifik lewat kapsul SpaceX pada Kamis, mengakhiri penugasan yang dimulai dengan misi penyelamatan darurat.
Kru yang terdiri dari Jessica Meir dan Jack Hathaway dari NASA, Sophie Adenot dari Prancis, serta Andrey Fedyaev dari Rusia ini tiba di ISS pada Februari lalu untuk menggantikan empat penghuni stasiun yang dipulangkan lebih awal setelah salah satu dari mereka, Mike Fincke dari NASA, mengalami masalah kesehatan. Evakuasi medis tersebut tercatat sebagai yang pertama dalam 65 tahun sejarah penerbangan antariksa manusia NASA.
Kepulangan mereka sempat tertunda tiga minggu karena perbaikan kapsul pengganti, yang membuat kru baru tiba terlambat. Meski demikian, selama di orbit, keempat astronaut tetap menjalankan berbagai tugas penting, termasuk empat spacewalk oleh Meir dan tiga oleh Adenot untuk pemeliharaan serta peningkatan stasiun yang telah berusia 28 tahun.
Selain pekerjaan teknis, para astronaut juga menyempatkan diri untuk kegiatan rekreasional. Mereka menggelar pesta dansa dan demonstrasi memasak lengkap dengan celemek dan topi koki. Meir bahkan membuat video tutorial untuk astronaut berambut keriting, sementara Hathaway mempertahankan kumis lebatnya yang langka di lingkungan gravitasi mikro. Kumis ala aviator Angkatan Laut itu ia pelihara sebagai penghormatan terhadap latar belakangnya, dan beberapa pengendali misi di Bumi pun menumbuhkan kumis sebagai bentuk solidaritas.
"Ada banyak emosi campur aduk bagi kami semua," ujar Meir saat masih di orbit, seraya menyebut mereka akan merindukan "pemandangan luar biasa dari planet rumah kita."
Misi ini juga menjadi saksi momen bersejarah lainnya: kru menyaksikan astronaut Artemis II terbang mengelilingi Bulan dua bulan setelah kedatangan mereka. Mereka juga merayakan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat di antariksa, dengan Meir bergabung bersama Boston Pops memainkan pikolo dalam konser Fourth of July.
Kembalinya para astronaut ini menyoroti kompleksitas logistik dan risiko kesehatan dalam misi jangka panjang di ISS. Evakuasi medis yang terjadi menunjukkan bahwa bahkan dengan persiapan matang, faktor manusia tetap menjadi variabel tak terduga. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi program antariksa masa depan, termasuk rencana misi ke Bulan dan Mars yang membutuhkan durasi lebih lama.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menegaskan pentingnya investasi dalam teknologi kedirgantaraan dan pemantauan kesehatan astronaut. Meskipun Indonesia belum memiliki program penerbangan antariksa berawak, partisipasi dalam riset ISS dan pengembangan satelit dapat menjadi langkah awal untuk berkontribusi pada eksplorasi antariksa global. Kerja sama internasional di ISS, yang melibatkan negara-negara dengan hubungan geopolitik rumit, juga menjadi contoh bagaimana sains dapat menjembatani perbedaan.
Dengan tujuh astronaut yang masih bertugas di ISS, stasiun ini akan terus menjadi laboratorium penting untuk penelitian mikrogravitasi dan persiapan misi antariksa komersial. Ke depan, pertanyaan tentang bagaimana menjaga kesehatan mental dan fisik kru dalam misi yang lebih lama akan semakin mendesak. Apakah evakuasi medis akan menjadi prosedur standar, atau justru mendorong inovasi dalam telemedicine dan perawatan mandiri di antariksa? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: eksplorasi antariksa tetap menjadi upaya kolektif yang penuh tantangan dan kejutan.



