Starship Sukses Orbit Pertama, SpaceX Rilis Video Deploy Starlink V3
Baca dalam 60 detik
- Starship menuntaskan penerbangan orbital perdananya pada 28 September 2026, menandai tonggak baru dalam program roket raksasa SpaceX.
- Sebanyak 26 satelit Starlink V3 dilepaskan dari slot 'Pez dispenser' di tahap atas Ship, menjadi awal dari konstelasi broadband yang ditargetkan mencapai 100.000 unit.
- SpaceX masih harus membuktikan kemampuan pengisian bahan bakar di orbit dan sistem pendukung kehidupan sebelum Starship dinyatakan siap operasional penuh.

SpaceX untuk pertama kalinya menerbangkan Starship ke orbit Bumi pada 28 September 2026, sebuah pencapaian yang langsung disusul dengan publikasi rekaman video proses pelepasan satelit Starlink V3 dari dalam wahana. Peluncuran ke-14 tersebut tidak hanya menandai babak baru eksplorasi antariksa komersial, tetapi juga mengukuhkan ambisi SpaceX membangun jaringan internet global yang jauh lebih masif.
Dalam misi yang berlangsung sekitar tiga jam itu, tahap atas Starship—yang dikenal sebagai Ship—melepaskan 26 satelit Starlink generasi terbaru melalui mekanisme yang oleh perusahaan dijuluki "Pez dispenser". Satelit-satelit tersebut merupakan anggota pertama dari konstelasi broadband yang ditargetkan mencapai 100.000 unit jika seluruh rencana berjalan mulus. SpaceX sebelumnya telah merilis foto diam dari momen bersejarah itu, namun rekaman video yang diunggah pada Selasa (6 Oktober 2026) memberikan gambaran lebih hidup tentang bagaimana satelit keluar dari slot kompartemen Ship.
Dalam unggahan di platform X, perwakilan Starlink—anak perusahaan SpaceX—menekankan pentingnya komunikasi dini dengan satelit yang baru dilepaskan. Menurut mereka, kontak awal memungkinkan perusahaan mengambil alih tanggung jawab manuver, menerbitkan data efemeris lebih cepat daripada yang dapat dikatalogkan radar darat, serta melakukan deorbit dan tetap mengirim perintah hingga satelit memasuki atmosfer jika diperlukan. "Kami memperlakukan komunikasi dini sebagai keharusan, bukan sekadar nilai tambah," tulis mereka.
Beberapa hari sebelum video pelepasan satelit dirilis, tepatnya pada 2 Oktober 2026, SpaceX juga mempublikasikan tiga klip pendek yang merekam momen pemisahan tahap (stage separation). Pada fase krusial itu, Ship setinggi 52 meter mulai terbang mandiri meninggalkan booster Super Heavy. Rekaman tersebut menampilkan dua sudut pandang: satu video memperlihatkan Super Heavy jatuh kembali ke Bumi, sementara dua lainnya menunjukkan Ship melesat menuju orbit dengan enam mesin Raptor menyala kuning-oranye.
Meski Flight 14 tergolong sukses, Starship belum sepenuhnya beroperasi. SpaceX masih harus mendemonstrasikan kemampuan pengisian bahan bakar di ruang angkasa, teknologi yang akan menjadi tulang punggung setiap misi Starship yang menjelajah di luar orbit Bumi. Selain itu, versi berawak dari wahana ini memerlukan sistem pendukung kehidupan yang belum pernah diuji dalam misi uji coba mana pun hingga saat ini.
Bagi Indonesia, perkembangan Starship dan konstelasi Starlink berpotensi mempercepat perluasan akses internet di daerah terpencil. Namun, ketergantungan pada infrastruktur satelit asing juga memunculkan pertanyaan tentang kedaulatan data dan keamanan siber nasional. Pemerintah perlu mempertimbangkan regulasi yang seimbang antara mendorong konektivitas dan melindungi kepentingan strategis dalam jangka panjang.
Ke depan, ujian sesungguhnya bagi SpaceX adalah membuktikan bahwa Starship dapat diandalkan untuk misi berawak dan pengisian bahan bakar orbital. Jika berhasil, dominasi SpaceX dalam ekonomi antariksa akan semakin sulit ditandingi. Akankah perusahaan lain mampu mengejar ketertinggalan, atau justru semakin bergantung pada layanan mereka?



