Java United Rekrut Lukas Brambilla di Deadline Day, Upaya Keluar dari Dasar Klasemen
Baca dalam 60 detik
- Java United resmi mengontrak gelandang serang Brasil, Lukas Brambilla, sebagai pemain asing ketiga pada penutupan bursa transfer BRI Super League 2026/2027.
- Langkah ini diambil menyusul start buruk tim yang belum meraih kemenangan dalam tiga laga dan terpuruk di peringkat 17 dengan poin -1 akibat sanksi pengurangan dua poin.
- Kehadiran Brambilla diharapkan menjadi solusi instan untuk mendongkrak performa Laskar Kepodang Emas, meski tantangan adaptasi di kompetisi domestik tetap membayangi.

Java United menutup bursa transfer awal musim BRI Super League 2026/2027 dengan mendatangkan gelandang serang asal Brasil, Lukas Brambilla. Perekrutan ini menjadi yang ketiga bagi klub berjuluk Laskar Kepodang Emas, sekaligus menandai berakhirnya perburuan pemain asing mereka.
Manajer Java United, Alan Haviludin, menegaskan bahwa Brambilla adalah pemain nonlokal terakhir yang akan direkrut. Ia berharap pengalaman dan kualitas pemain berusia 31 tahun itu dapat memberikan kontribusi nyata bagi tim yang tengah berjuang keluar dari tekanan.
"Lukas menjadi pemain nonlokal terakhir yang direkrut pada bursa transfer awal musim. Semoga kualitas dan pengalamannya bisa membantu perjuangan kami di kompetisi," ujar Alan Haviludin.
Keputusan mendatangkan Brambilla bukan tanpa alasan. Java United mengawali musim dengan hasil mengecewakan: imbang 1-1 melawan Garudayaksa, lalu kalah 2-3 di kandang Persita Tangerang, dan takluk 0-1 dari Persija Jakarta. Akibatnya, mereka terpuruk di peringkat 17 dengan koleksi poin -1, karena harus memulai kompetisi dengan hukuman pengurangan dua poin.
Brambilla membawa segudang pengalaman dari berbagai liga di belahan dunia. Sepanjang kariernya, ia pernah bermain di Brasil, Finlandia, Yunani, Siprus, Bulgaria, India, dan Kuwait. Ini akan menjadi petualangan pertamanya di Indonesia, sebuah tantangan yang ia sambut dengan antusias.
Pemain kelahiran 4 Januari 1995 itu mengaku telah mengamati perkembangan sepak bola Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Baginya, ini adalah momen yang tepat untuk membuktikan kemampuan di kompetisi yang terus berkembang.
"Saya melihat perkembangan Liga Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sekarang adalah waktu yang tepat dan saya berharap bisa mengukir cerita indah di sini," kata Brambilla.
Brambilla tiba di Indonesia sejak akhir September lalu dan langsung bergabung dengan sesi latihan tim asuhan Fabio Lefundes. Ia menilai Java United memiliki potensi untuk bersaing di sisa musim, terutama dengan sambutan hangat yang ia terima dari seluruh elemen klub.
"Semua pihak di klub memberikan sambutan luar biasa sehingga memudahkan saya untuk beradaptasi. Saya yakin kami bisa meraih banyak kemenangan musim ini. Saya ingin membantu tim dengan kemampuan serta kualitas yang saya miliki," ujarnya.
Meski demikian, kehadiran Brambilla tidak serta-merta menyelesaikan masalah Java United. Tim masih harus membenahi lini pertahanan yang kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan, serta meningkatkan efektivitas serangan yang baru mencetak tiga gol. Adaptasi Brambilla dengan gaya permainan BRI Super League juga menjadi faktor krusial.
Dari perspektif manajemen, perekrutan ini menunjukkan keseriusan Java United untuk tidak terjebak di papan bawah. Namun, dengan status sebagai pemain asing terakhir, ekspektasi terhadap Brambilla cukup tinggi. Ia dituntut untuk segera memberikan dampak, mengingat jadwal kompetisi yang padat dan persaingan yang ketat.
Ke depan, publik sepak bola Indonesia akan menyoroti apakah keputusan mendatangkan pemain berpengalaman seperti Brambilla mampu mengangkat performa Java United, atau justru menjadi tantangan tersendiri bagi sang pemain untuk beradaptasi dengan cepat. Yang jelas, langkah ini menjadi salah satu sorotan utama di penutupan bursa transfer BRI Super League musim ini.



