Bit Reactor Rekrut Kembali Karyawan Pasca-Luncur Star Wars Zero Company
Baca dalam 60 detik
- Bit Reactor resmi mempekerjakan kembali sebagian besar staf yang sebelumnya dirumahkan setelah perilisan Star Wars Zero Company.
- Langkah ini diambil di tengah sengketa hukum antara pendiri Greg Foerstch dan mantan COO Alison Kelly yang menuntut ganti rugi Rp300 miliar.
- Dukungan berkelanjutan untuk Zero Company diharapkan menghadirkan konten tambahan, meski baru sebatas perbaikan bug.

Setelah melalui periode ketidakpastian yang panjang, Bit Reactor akhirnya mengumumkan pemulihan tenaga kerja dengan memanggil kembali sejumlah pengembang yang sebelumnya dirumahkan. Keputusan ini menyusul kesuksesan peluncuran Star Wars Zero Company, game strategi yang mendapat pujian luas namun sempat meninggalkan luka mendalam bagi tim internalnya.
CEO Bit Reactor, Greg Foerstch, melalui cuitan di platform X pada 7 Oktober 2026, menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan "kemajuan penting dalam upaya berkelanjutan perusahaan untuk mendukung Zero Company." Ia mengakui bahwa keputusan merumahkan karyawan menjelang peluncuran adalah pilihan berat yang terpaksa diambil akibat dinamika bisnis di luar kendali manajemen.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan Anda sejak peluncuran STAR WARS Zero Company. Berikut pesan dari CEO kami," tulis akun resmi Bit Reactor.
Kisah di balik layar proyek ini terungkap lewat dokumen hukum yang dibongkar oleh Game File. Laporan tersebut mengungkap bahwa 80% staf Bit Reactor dirumahkan dan sejumlah kontraktor diputus kontraknya. Lebih dari itu, dokumen pengadilan memperlihatkan perseteruan antara Foerstch dan salah satu pendiri lainnya, Alison Kelly. Kelly, yang menjabat sebagai chief operating officer, mengklaim sebagai pemilik bersama dan menuntut ganti rugi sebesar US$20 juta (sekitar Rp300 miliar) karena diduga dipaksa keluar dari perusahaan. Foerstch bersikeras bahwa dirinya adalah pemilik tunggal.
Sejauh ini, pembaruan untuk Zero Company masih terbatas pada perbaikan teknis. Patch 1.1 yang dirilis awal September lalu meningkatkan performa dan mengatasi berbagai masalah permainan. Meski belum ada pengumuman resmi soal ekspansi besar, pernyataan Foerstch tentang "dukungan berkelanjutan" memicu spekulasi bahwa konten naratif tambahan sedang dalam pengembangan.
Di sisi lain, komunitas pemain tidak tinggal diam. Seorang modder dengan nama Cafiso menciptakan ekspansi tidak resmi berjudul "Aftermath" yang memungkinkan pemain melanjutkan cerita setelah akhir permainan, lengkap dengan lebih dari 1.000 siklus baru, pertarungan bos, rekrutan, dan faksi musuh. Karya ini menunjukkan besarnya antusiasme penggemar terhadap semesta Zero Company, sekaligus menjadi cermin bahwa harapan akan dukungan jangka panjang dari Bit Reactor tetap tinggi.
Bagi industri game global, kasus Bit Reactor mencerminkan pola yang kerap terjadi: kesuksesan kritis sebuah judul tidak selalu menjamin stabilitas tim pengembangnya. Restrukturisasi pasca-rilis, tekanan investor, dan konflik internal menjadi bayang-bayang yang mengintai di balik gemerlap peluncuran. Ke depan, publik akan menantikan apakah Bit Reactor mampu menuntaskan sengketa hukum dan memenuhi janji dukungan konten, atau justru kembali terjebak dalam pusaran ketidakpastian.



