Ben Affleck Buka Suara Soal Pola Asuh Bersama Jennifer Garner: 'Ini Waktu yang Luar Biasa'
Baca dalam 60 detik
- Ben Affleck mengungkapkan hubungan ko-parenting yang harmonis dengan Jennifer Garner setelah perceraian mereka pada 2018.
- Aktor berusia 54 tahun itu memilih tetap berbasis di Los Angeles demi bisa mengantar-jemput anak-anak dan hadir dalam momen penting mereka.
- Setelah perceraian dari Jennifer Lopez pada Januari 2025, Affleck menegaskan bahwa anak-anak dan karier adalah dua prioritas utamanya saat ini.

Ben Affleck akhirnya angkat bicara mengenai kehidupan sebagai ayah tunggal tiga anak setelah bercerai dari Jennifer Garner. Dalam wawancara terbaru dengan Variety, aktor berusia 54 tahun itu mengaku memiliki hubungan ko-parenting yang "luar biasa" dengan mantan istrinya tersebut. Pasangan yang menikah selama 13 tahun dan resmi bercerai pada 2018 itu kini berbagi pengasuhan Violet (20), Fin (17), dan Samuel (14).
Affleck tidak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyebut bahwa anak-anaknya tinggal bersamanya selama sepekan, lalu sepekan berikutnya bersama Garner. "Mereka memiliki hubungan yang hebat dengan ibu mereka, dan saya sangat, sangat bersyukur untuk itu," ujarnya. Menurutnya, meski akan selalu ada tantangan ke depan, periode hidupnya saat ini terasa sangat indah.
Yang menarik, bintang Gone Girl ini memilih untuk tidak meninggalkan Los Angeles demi pekerjaan. Ia menolak syuting di lokasi jauh seperti Shreveport atau New Mexico karena tidak ingin kehilangan momen pertumbuhan anak-anaknya. "Saya bercerai, saya punya hak asuh bersama, dan saya tidak ingin melewatkan tahun-tahun ini. Anak-anak saya ada di sini, dan hidup mereka terus berlalu," tegasnya. Ia juga menyadari bahwa tidak semua orang memiliki kemewahan untuk membuat pilihan seperti itu.
Pernyataan ini muncul beberapa bulan setelah perceraiannya dari Jennifer Lopez diselesaikan pada Januari 2025. Dalam wawancara terpisah dengan Entertainment Tonight, Affleck menegaskan bahwa menjalin hubungan romantis bukanlah prioritas saat ini. "Saya bekerja banyak, saya menemui anak-anak, dan tidak ada banyak ruang. Saya tidak sedang mencari-cari," katanya. Ia mengaku berada dalam kondisi "baik dan bahagia" serta tahu betul apa yang menjadi prioritasnya.
"Anda tidak bisa memiliki dua hal yang paling penting dalam hidup. Bagi saya, itu adalah anak-anak. Lalu ada pekerjaan, yang saya cintai. Saya di sini, dan saya baik-baik saja."
— Ben Affleck
Pernyataan Affleck ini menyoroti fenomena yang semakin umum di kalangan selebritas Hollywood: memilih untuk membatasi mobilitas karier demi kehadiran sebagai orang tua. Keputusan untuk tetap di Los Angeles juga didasari alasan praktis, karena menurutnya kru film terbaik dunia ada di kota tersebut. Namun, ia sadar bahwa tidak semua orang bisa mengambil keputusan serupa.
Bagi publik Indonesia, kisah Affleck bisa menjadi cermin bagaimana figur publik di tanah air juga kerap menghadapi dilema antara karier dan keluarga. Meski konteksnya berbeda, prinsip yang dipegang Affleck—bahwa kehadiran orang tua tidak bisa digantikan—relevan dengan nilai-nilai keluarga yang dijunjung tinggi di Indonesia. Terlebih, isu kesehatan mental anak dari orang tua yang bercerai sering menjadi perhatian, dan ko-parenting yang sehat seperti yang dijalani Affleck dan Garner bisa menjadi contoh positif.
Ke depan, apakah Affleck akan tetap konsisten dengan prioritasnya? Atau akankah ia kembali membuka pintu untuk hubungan romantis? "Siapa yang tahu petualangan apa yang akan datang? Saya terbuka, tapi saya tidak berusaha mengejar apa pun," pungkasnya. Yang jelas, saat ini fokusnya tertuju pada anak-anak dan karya film yang ia cintai.



