Krisis Manchester United: Carrick di Ujung Tanduk, Martinez dan Tielemans Jadi Sorotan
Baca dalam 60 detik
- Manchester United kembali gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang Tottenham Hotspur 1-1 di Old Trafford, memperpanjang start terburuk mereka di Premier League.
- Kinerja buruk Youri Tielemans dan Lisandro Martinez menjadi sorotan utama, dengan Martinez disebut sebagai biang keladi gol penyama kedudukan.
- Kontrak Martinez akan berakhir musim panas mendatang, dan masa depannya di Old Trafford semakin tidak pasti seiring meningkatnya kesalahan defensif.

Manchester United kembali menorehkan hasil mengecewakan setelah ditahan imbang Tottenham Hotspur 1-1 di Old Trafford pada Sabtu malam. Hasil ini memperpanjang start terburuk klub dalam lima pertandingan pembuka Premier League, dan menempatkan manajer Michael Carrick di bawah tekanan yang semakin besar.
Menghadapi Spurs yang saat itu berada di dasar klasemen, United tampil tanpa greget. Mereka sempat unggul lebih dulu melalui gol Bryan Mbeumo, namun kehilangan momentum setelah Rodrigo Bentancur menerima kartu merah. Dominic Solanke kemudian menyamakan kedudukan, memanfaatkan lemahnya koordinasi lini belakang tuan rumah.
Kegagalan meraih poin penuh ini bukan sekadar insiden tunggal. Sejak ditinggalkan Sir Alex Ferguson, United kerap kali terjebak dalam siklus manajemen yang buruk dan rekrutmen yang tidak tepat. Musim ini, masalah tersebut kembali mencuat dengan performa inkonsisten dari pemain-pemain kunci.
Youri Tielemans, yang didatangkan dari Aston Villa, menjadi salah satu pemain yang paling disorot. Gelandang asal Belgia itu tampil di bawah standar, sering kehilangan bola dan kesulitan mengimbangi intensitas lini tengah Tottenham. Bahkan, kedatangan Carlos Baleba sebagai penggantinya disambut sorakan dari para pendukung, yang mengisyaratkan ketidakpuasan terhadap performa Tielemans.
Di lini belakang, Lisandro Martinez kembali menjadi sorotan. Bek asal Argentina itu dianggap bertanggung jawab atas gol penyama kedudukan Solanke. Alih-alih melakukan clearance, Martinez terlihat ragu dan kalah dalam duel udara. Kesalahan ini bukan yang pertama; sebelumnya, ia juga melakukan blunder serupa dalam pertandingan melawan Ipswich Town dan Fulham.
"Mereka terlihat kehilangan kepercayaan diri. Skuad Manchester United tidak cukup kuat," ujar Jamie Redknapp, seperti dikutip dari Sky Sports Premier League.
Kritik terhadap Martinez juga datang dari legenda klub, Gary Neville, yang pernah menyebutnya dan Cristian Romero sebagai "bek terbaik terburuk di dunia". Meski sesekali menunjukkan aksi impresif, Martinez sering gagal melakukan hal-hal mendasar dalam situasi krusial.
Kombinasi Harry Maguire dan Martinez di lini tengah pertahanan telah menjadi langganan sejak era Erik ten Hag. Fakta bahwa duet ini masih menjadi pilihan utama di tahun 2026 menunjukkan betapa lambatnya perbaikan yang dilakukan manajemen. Padahal, keduanya telah beberapa kali tampil mengecewakan dalam pertandingan besar.
Dengan kontrak Martinez yang akan berakhir pada musim panas mendatang, masa depannya di Old Trafford semakin tidak pasti. Performa inkonsisten dan gaji yang tinggi membuatnya menjadi kandidat utama untuk dijual. United diperkirakan akan melakukan perombakan besar-besaran di lini belakang pada bursa transfer mendatang.
Kegagalan meraih kemenangan atas Spurs yang bermain dengan sepuluh orang semakin menegaskan bahwa masalah United bukan hanya pada taktik, tetapi juga pada kualitas pemain. Carrick dituntut segera menemukan solusi sebelum tekanan semakin tidak terkendali. Apakah manajemen akan memberikan kepercayaan penuh hingga akhir musim, atau justru mencari pengganti lebih cepat?



