North London Legends Kalahkan Manchester United Legends 3-2 di GBK, Gibran Saksikan Langsung
Baca dalam 60 detik
- North London Legends menang 3-2 atas Manchester United Legends dalam laga eksibisi The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (10/10/2026).
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir menyaksikan pertandingan yang menampilkan mantan bintang Premier League dalam format santai.
- Kemenangan ini memperkuat tradisi laga legenda di Indonesia sebagai daya tarik wisata olahraga dan hiburan bagi publik.

North London Legends mengalahkan Manchester United Legends dengan skor 3-2 dalam pertandingan eksibisi bertajuk The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). Kemenangan ini menjadi sorotan karena menghadirkan kembali rivalitas klasik Liga Inggris di hadapan penonton Indonesia, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang terlihat di tribune.
Laga berjalan dengan tempo santai, khas pertandingan legenda. Beberapa pemain ditempatkan di posisi tidak biasa; Emmanuel Adebayor, misalnya, lebih sering menyisir sisi kiri ketimbang berperan sebagai penyerang tengah. Meski demikian, tensi kompetitif tetap terasa sejak awal.
Manchester United Legends membuka keunggulan pada menit kelima. Carlos Tevez lolos dari jebakan offside dan mengirim umpan yang diselesaikan Ashley Young ke gawang kosong. Namun, North London Legends merespons cepat. Lima menit berselang, Adebayor menyamakan kedudukan melalui sepakan keras di dalam kotak penalti setelah memanfaatkan situasi sepak pojok.
Pada menit ke-29, United Legends mengklaim penalti setelah Dimitar Berbatov dilanggar, tetapi wasit Yudi Nurcahya mengabaikan protes tersebut. North London Legends justru berbalik memimpin tak lama setelahnya. Santi Cazorla, yang lolos dari perangkap offside, meneruskan umpan Robert Pires dan menaklukkan kiper Edwin van der Sar. Hingga jeda, skor 2-1 bertahan untuk keunggulan North London Legends, meski Petr Cech sempat menepis tembakan keras Tevez.
Memasuki babak kedua, Manchester United Legends meningkatkan intensitas serangan. North London Legends terpaksa bermain lebih defensif dan mengandalkan serangan balik. Peluang emas didapat United Legends melalui tembakan Anderson, namun kiper Lukasz Fabianski masih mampu mengamankan gawangnya.
Pada menit ke-65, United Legends akhirnya menyamakan kedudukan. Radamel Falcao menyelesaikan umpan tarik hasil aksi individu Antonio Valencia dengan sontekan dari dekat gawang. Skor kembali imbang 2-2.
North London Legends tidak tinggal diam. Pada menit ke-74, Jermaine Pennant mencetak gol melalui eksekusi tendangan bebas yang tidak mampu dijangkau kiper. Keunggulan 3-2 kembali diraih. Menjelang akhir laga, United Legends memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan, tetapi sontekan Falcao masih melambung di atas mistar.
"Pertandingan ini bukan sekadar uji coba, tetapi juga ajang nostalgia bagi para penggemar sepak bola di Indonesia," ujar salah satu panitia penyelenggara tanpa menyebut nama.
Laga eksibisi seperti ini memiliki nilai strategis bagi Indonesia. Selain menjadi tontonan hiburan, kehadiran para legenda dunia dapat mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama melalui penjualan tiket, merchandise, serta kunjungan wisatawan. Pemerintah sendiri kerap mendukung acara semacam ini sebagai bagian dari diplomasi olahraga.
Ke depan, format pertandingan legenda berpotensi menjadi agenda rutin di Indonesia. Dengan antusiasme penonton yang tinggi, tidak menutup kemungkinan akan ada lebih banyak klub atau pemain legendaris lain yang menyambangi Tanah Air. Pertanyaannya, apakah ajang ini mampu menjadi katalis bagi pengembangan sepak bola usia dini dan infrastruktur olahraga nasional?



