McLaren Gandeng P&G Jelang GP Singapura, Sponsor F1 Makin Deras ke Asia Pasifik
Baca dalam 60 detik
- McLaren resmi menjalin kemitraan dengan Procter & Gamble untuk pasar Asia Pasifik, mencakup merek seperti Head & Shoulders dan Oral-B.
- Langkah ini memanfaatkan basis penggemar F1 yang kini mencapai 830 juta orang, dengan hampir separuh penonton baru adalah perempuan.
- Kesepakatan berpotensi memperkuat posisi McLaren di kawasan yang menyumbang ratusan juta penggemar dari China dan India.

Tim Formula 1 McLaren mengumumkan kerja sama strategis dengan raksasa barang konsumsi Procter & Gamble (P&G) pada Jumat, beberapa jam sebelum sesi sprint Grand Prix Singapura dimulai. Kemitraan ini menyasar pasar Asia Pasifik dan akan menghadirkan sejumlah kampanye yang menyasar penggemar McLaren serta konsumen P&G di kawasan tersebut.
P&G, yang menaungi merek-merek seperti Head & Shoulders, Oral-B, Gillette, Tide, Pampers, Pantene, dan Olay, beroperasi di sekitar 70 negara. Kerja sama ini akan menghasilkan produk edisi khusus dengan logo McLaren dan P&G, disertai berbagai aktivitas promosi di Asia Pasifik. Belum ada konfirmasi apakah branding P&G akan tampil di mobil McLaren pada balapan akhir pekan ini.
Kesepakatan ini muncul di tengah lonjakan popularitas F1 yang luar biasa. Menurut data yang dirilis tahun ini, basis penggemar global F1 telah menembus 830 juta orang, naik 64% sejak 2018. Sekitar 43% di antaranya berusia di bawah 35 tahun, dan 42% adalah perempuan. Yang lebih menarik, 48% dari penggemar baru pada 2025 juga berasal dari kalangan perempuan. Asia menjadi kontributor besar: F1 mencatat 221,1 juta penggemar dari China dan hampir 79 juta dari India pada 2025.
Presiden & CEO P&G Asia Pasifik, Stanislav Vecera, menyatakan bahwa kedua belah pihak memiliki komitmen yang sama terhadap inovasi dan performa tinggi. "Formula 1 dan McLaren Racing menyatukan orang-orang yang menghargai teknologi, presisi, kemajuan, dan pengalaman tak terlupakanโkualitas yang juga menginspirasi merek-merek P&G dan konsumen yang kami layani," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini memungkinkan inovasi yang bermakna, keterlibatan konsumen yang lebih dalam, dan pertumbuhan kategori bagi mitra ritel.
CEO McLaren Racing, Zak Brown, menyambut baik kemitraan ini. Menurutnya, P&G dan McLaren berbagi budaya inovasi, presisi, dan perbaikan berkelanjutan. "Merek-merek tepercaya P&G adalah bagian dari kehidupan sehari-hari konsumen, sementara McLaren Racing menginspirasi basis penggemar global kami melalui performa, teknologi, dan kerja sama tim. Kemitraan ini memungkinkan kami terhubung dengan penggemar dengan cara baru," kata Brown.
Ini bukan kali pertama P&G dan McLaren menjalin kerja sama. Pada 2014, Gillette dan McLaren Mercedes sempat menjajaki hubungan pemasaran bertema "Precision Engineering". Namun, kesepakatan 2026 ini merupakan program baru khusus Asia Pasifik, dan belum ada keterangan apakah akan diperluas ke wilayah lain.
Bagi McLaren, langkah ini memperkuat posisi mereka di pasar Asia yang menjadi mesin pertumbuhan penggemar F1. Dengan populasi penggemar yang besar dan aktif di media sosial, gaming, serta fashion, kawasan ini menjadi magnet bagi sponsor global. Kemitraan dengan P&G juga memberi McLaren akses ke jaringan ritel dan konsumen yang lebih luas, sekaligus memperkuat ekosistem komersial tim di tengah persaingan F1 yang semakin ketat.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa jauh kolaborasi ini akan berkembang. Apakah P&G akan memperluas kerja sama ke pasar lain, atau fokus di Asia Pasifik? Dan bagaimana McLaren memanfaatkan momentum ini untuk memperdalam keterlibatan penggemar di kawasan yang menjadi tulang punggung pertumbuhan F1? Yang jelas, langkah ini menegaskan bahwa F1 bukan lagi sekadar olahraga, melainkan platform pemasaran global yang semakin diperhitungkan.



