Persib vs Dewa United: Thom Haye Waspadai Revolusi Tim Tamu, Soroti Jadwal Padat Maung Bandung
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung menjamu Dewa United Banten FC pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (11/10/2026) malam WIB.
- Thom Haye menilai Dewa United yang berganti pelatih dan merekrut pemain baru tetap berbahaya meski ia sudah mengenal beberapa sosok di kubu lawan.
- Gelandang asal Amsterdam itu menyoroti padatnya jadwal musim ini akibat tambahan kompetisi, menuntut pemulihan fisik dan mental yang lebih cermat.

Persib Bandung akan menjamu Dewa United Banten FC pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (11/10/2026) malam WIB. Laga ini menjadi ujian konsistensi bagi Maung Bandung yang tengah beradaptasi dengan jadwal kompetisi lebih padat musim ini.
Gelandang Persib, Thom Haye, mengaku tetap menaruh hormat kepada calon lawannya. Meski sudah mengenal beberapa pemain Dewa United dari musim lalu, ia menyadari tim tamu telah mengalami perubahan signifikan, terutama pergantian pelatih dan kedatangan sejumlah pemain anyar. "Kami masih mengenal beberapa pemain yang bermain di sana tahun lalu. Tapi mereka juga mengganti pelatih dan mendatangkan beberapa pemain baru dan mereka mengawali musim dengan bagus," kata Haye, Sabtu (10/10/2026).
Pernyataan itu menegaskan bahwa Persib tidak boleh terjebak pada catatan pertemuan sebelumnya. Dewa United yang tampil impresif di awal musim berpotensi menjadi ancaman serius, terutama jika Maung Bandung lengah. Haye menekankan bahwa fokus utama timnya adalah kualitas diri sendiri. "Jadi, ini adalah tim yang harus kami hormati. Tapi pada akhirnya fokus kami adalah melihat kualitas diri sendiri dan memainkan permainan kami sendiri. Itu yang akan kami lakukan pada pertandingan nanti," ujarnya.
Selain soal kekuatan lawan, Haye menyoroti tantangan jadwal yang lebih berat musim ini. Dengan adanya tambahan ajang kompetisi, ia memperkirakan intensitas pertandingan akan meningkat drastis. "Ya, saya rasa musim lalu juga ada periode ketika kami bermain tiga pertandingan dalam seminggu. Satu-satunya perbedaan sekarang adalah kami memiliki tambahan satu ajang kompetisi. Jadi, bukan lagi hanya sesekali bermain tiga pertandingan dalam sepekan, melainkan hampir setiap pekan," jelasnya.
Kondisi tersebut menuntut kesiapan fisik dan mental seluruh pemain. Menurut Haye, manajemen waktu untuk pemulihan menjadi kunci agar performa tetap stabil. Ia menegaskan bahwa tim harus mampu memanfaatkan setiap jeda yang ada untuk memulihkan kondisi dan memastikan seluruh pemain siap tempur. "Itu tentu menuntut banyak hal dari tim. Satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin," pungkas pemain kelahiran Amsterdam itu.
Bagi Persib, laga melawan Dewa United bukan sekadar ajang meraih tiga poin. Ini juga menjadi tolok ukur kedalaman skuad di tengah jadwal padat. Rotasi pemain dan manajemen beban kerja akan menjadi sorotan, terutama jika Maung Bandung ingin bersaing di jalur juara. Dukungan suporter di Si Jalak Harupat pun diharapkan menjadi energi tambahan, meski tekanan untuk tampil konsisten tetap besar.
Ke depan, hasil pertandingan ini bisa menjadi indikasi awal kesiapan Persib menghadapi kompetisi yang lebih panjang dan melelahkan. Jika mampu mengatasi Dewa United dengan rotasi cerdas, Maung Bandung berpeluang menjaga momentum. Sebaliknya, kehilangan poin di kandang akan memunculkan pertanyaan tentang kedalaman skuad dan strategi pelatih. Akankah Persib membuktikan bahwa mereka memang tim yang siap bersaing di semua front?



