TP PKK dan Posyandu Pusat Salurkan Bantuan ke Korban Gempa NTT, Fokus pada Ketahanan Keluarga
Baca dalam 60 detik
- TP PKK dan TP Posyandu Pusat menyalurkan paket bantuan logistik dan perlengkapan keluarga ke warga terdampak gempa di Desa Satar Padut, Manggarai Timur, NTT.
- Bantuan menyasar kebutuhan spesifik kelompok rentan, mulai dari perlengkapan sekolah anak, pembalut perempuan, hingga susu dan makanan bayi.
- Pendampingan kader Posyandu diarahkan untuk memastikan layanan kesehatan dasar tetap berjalan selama fase pemulihan bencana.

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Pusat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga korban gempa bumi di Dusun Wae Ciu, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (8/10/2026). Bantuan ini menyasar pemulihan keluarga, bukan sekadar perbaikan infrastruktur.
Pelaksana Tugas Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat yang juga Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat, Safriati Safrizal, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus menyentuh aspek ketahanan keluarga dan layanan dasar. Menurutnya, kebutuhan warga di pengungsian tidak berhenti pada pangan dan sandang, tetapi juga mencakup pendidikan anak dan kesehatan reproduksi perempuan.
Dalam penyaluran tersebut, TP PKK dan TP Posyandu Pusat mengirimkan 68 paket sembako, 65 selimut, 163 paket perlengkapan sekolah, 70 paket alat mandi, 67 handuk, 136 pasang kaos kaki dewasa, 70 topi kupluk, 100 paket makanan ringan anak, 30 dus air mineral, dua dus snack bayi, tujuh dus pembalut perempuan, 60 dus susu, dan 10 dus biskuit. Rincian itu menunjukkan pendekatan bantuan yang cukup spesifik, misalnya penyediaan pembalut dan susu bayi yang kerap terlewat dalam distribusi logistik darurat.
Safriati menuturkan, kehadiran kader di tengah masyarakat diharapkan menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi keluarga terdampak. Ia mengajak pengurus dan kader TP PKK serta Posyandu Desa Satar Padut untuk terus mendampingi warga, memberikan edukasi kesehatan, dan memastikan layanan Posyandu tetap berjalan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia.
"Kegiatan pada hari ini merupakan salah satu upaya dan kontribusi yang dapat dilaksanakan oleh Pengurus Pusat TP PKK dan TP Posyandu Pusat untuk berkontribusi secara nyata kepada masyarakat yang terdampak bencana," kata Safriati.
Ia juga menyampaikan harapan agar bantuan tersebut meringankan beban warga dalam proses pemulihan. "Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan manfaat kepada Bapak-Ibu sekalian dalam mendukung proses pemulihan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Peran TP PKK dan Posyandu dalam respons bencana menyoroti pentingnya integrasi antara program pemberdayaan keluarga dan layanan kesehatan komunitas. Ketika akses ke fasilitas kesehatan terputus akibat gempa, Posyandu sering menjadi ujung tombak pemantauan gizi anak dan kesehatan ibu. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada ketersediaan logistik dan dukungan kader di lapangan.
Ke depan, tantangan utama bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi memastikan layanan dasar terus berjalan hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi selesai. Pemerintah daerah dan mitra organisasi masyarakat perlu menjaga kesinambungan pasokan, termasuk untuk kebutuhan spesifik perempuan dan anak, agar pemulihan tidak menimbulkan masalah kesehatan baru di kemudian hari.



