Freddie Jackson Tutup Usia di 70 Tahun, Tiga Hari Setelah Ulang Tahun
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi R&B Freddie Jackson meninggal pada usia 70 tahun, hanya tiga hari setelah merayakan ulang tahunnya.
- Kabar duka disampaikan melalui akun Instagram resmi Jackson, tanpa menyebutkan penyebab pasti kematiannya.
- Jackson dikenal lewat hits seperti 'Rock Me Tonight' dan 'You Are My Lady', serta sempat mengungkap perjuangannya melawan penyakit ginjal pada 2024.

Industri musik R&B kembali kehilangan salah satu suara emasnya. Freddie Jackson, penyanyi yang tenar pada dekade 1980-an, meninggal dunia pada Senin (5/10/2026) di usia 70 tahun—hanya berselang tiga hari setelah ia merayakan ulang tahunnya yang ke-70 pada 2 Oktober. Kabar duka ini dikonfirmasi melalui pernyataan resmi yang diunggah ke akun Instagram sang musisi, Selasa (6/10/2026).
Dalam unggahan tersebut, pihak keluarga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Mereka menyebut Jackson bukan sekadar penyanyi legendaris, melainkan pribadi yang hangat dan dermawan. “Ia mencintai penggemar, keluarga, sahabat, dan musiknya dengan sepenuh hati,” tulis pernyataan itu. Selama puluhan tahun, lagu-lagu Jackson menjadi latar bagi kisah cinta, perayaan, dan kenangan berharga banyak orang. Keluarga juga meminta doa bagi almarhum serta akan mengumumkan detail penghormatan terakhir dalam beberapa hari ke depan.
Kepergian Jackson memicu gelombang penghormatan dari sesama musisi dan penggemar. Penyanyi Deniece Williams menyampaikan belasungkawa melalui unggahan, begitu pula Kathy Sledge dari grup Sister Sledge yang menyebut kabar itu “menghancurkan hati”. Media personality Scottie Beam mengaku sangat terpukul, sementara para penggemar mengenang Jackson sebagai salah satu vokalis terhebat abad ini. Penyebab kematian belum diungkap ke publik.
“Ini penting bagi saya untuk membagikan ini, bukan hanya sebagai kisah pribadi, tetapi sebagai cara membuat perbedaan positif. Saya mengubah pengalaman pribadi menjadi platform untuk pemahaman dan advokasi yang lebih besar.” — Freddie Jackson, 2024
Lahir di Harlem, New York City, pada 2 Oktober 1957, Jackson tumbuh menyanyi gospel di Gereja White Rock Baptist, tempat ia bertemu produser dan penulis lagu Paul Laurence. Ia kemudian bergabung dengan grup LJE pimpinan Laurence, tampil di klub malam New York, sebelum menjadi vokalis utama band funk Mystic Merlin. Setelah grup itu merilis tiga album antara 1980 dan 1982, Jackson kembali ke New York dan bekerja sama dengan Laurence di Hush Productions.
Pada 1984, Jackson menandatangani kontrak dengan Capitol Records dan setahun kemudian meluncurkan album debutnya, Rock Me Tonight. Lagu utamanya bertahan enam minggu di posisi teratas tangga R&B, sementara albumnya meraih platinum dan menempatkan Jackson sebagai salah satu suara pria terdepan di genre tersebut. Kesuksesan berlanjut lewat album Just Like the First Time (1986) yang juga platinum dan menghasilkan tiga hits nomor satu R&B: “Tasty Love”, “Have You Ever Loved Somebody”, dan “Jam Tonight”. Sepanjang kariernya, ia mencetak sejumlah lagu puncak lain seperti “Hey Lover”, “Nice ’N’ Slow”, “Do Me Again”, dan “Love Me Down”.
Tak hanya di dunia musik, Jackson sempat menorehkan jejak di layar kaca dan film. Pada 1989 ia muncul sebagai penyanyi lounge di serial The Golden Girls, lalu merekam “Love Survives” bersama mendiang Irene Cara untuk soundtrack film animasi All Dogs Go to Heaven. Ia juga berakting dalam film kriminal King of New York (1990). Album-album lanjutan seperti Here It Is, Private Party, Life After 30, dan Transitions terus memperkuat eksistensinya. Memasuki 2010-an, Jackson masih aktif merilis singel, dan pada 2017 lagu “One Night” mencapai puncak tangga Indie Soul.
Di Indonesia, musik R&B era 1980-an memiliki basis penggemar setia, terutama di kalangan generasi X dan milenial yang tumbuh dengan lagu-lagu romantis. Kepergian Jackson menambah daftar musisi legendaris yang berpulang, sekaligus mengingatkan kembali akan kekayaan khazanah musik soul dan R&B yang kerap menjadi referensi bagi penyanyi Tanah Air. Beberapa komunitas musik di Jakarta dan Surabaya bahkan rutin menggelar malam tribute untuk lagu-lagu lawas semacam ini, dan karya Jackson kerap masuk dalam daftar putar.
Kepergian Freddie Jackson meninggalkan warisan musik yang tak lekang oleh waktu. Bagi para penggemar, pertanyaan yang tersisa bukan hanya tentang penyebab kematiannya, melainkan bagaimana penghormatan terbaik untuk seorang legenda: apakah melalui konser tribute, rilis arsip, atau penghargaan atas advokasi kesehatan ginjal yang sempat ia gaungkan? Yang jelas, suara dan lagu-lagunya akan terus hidup di hati para penikmat musik.



