69 Korban Kapal Virgo Teridentifikasi, 13 Jenazah Masih Menunggu DNA
Baca dalam 60 detik
- Tim DVI Polda Kalsel telah mengidentifikasi 69 dari 82 jenazah korban KM Virgo yang tenggelam di Laut Jawa, sementara 13 lainnya masih menunggu kecocokan sampel DNA.
- Seluruh biaya pemulangan jenazah ke keluarga korban ditanggung oleh manajemen Kapal Virgo, sementara proses identifikasi terus berlanjut dengan melibatkan sampel DNA dari keluarga.
- Polda Kalsel mengimbau keluarga korban yang belum menerima jenazah untuk bersabar seiring tim DVI masih menanti kelengkapan data antemortem dan postmortem.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan memastikan 69 jenazah korban tenggelamnya KM Virgo di perairan Laut Jawa telah teridentifikasi. Jenazah-jenazah tersebut sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing, sementara 13 kantong jenazah lain masih menjalani proses identifikasi lanjutan.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Kalsel Kombes Moch Sofwan mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu kecocokan sampel DNA dari sejumlah keluarga korban. "Masih ada sisa 13 jenazah yang masih dalam proses identifikasi tim DVI," ujarnya, Selasa (6/10), seperti dikutip dari detikcom.
Hingga Selasa malam, tim DVI telah menerima total 82 kantong jenazah hasil operasi pencarian yang berlangsung selama 24 hari. Meski sebagian besar korban sudah dikenali, proses identifikasi belum tuntas karena tim masih menanti kelengkapan data pembanding, terutama sampel DNA dari pihak keluarga.
Daftar korban yang telah teridentifikasi menunjukkan latar belakang yang beragam, baik dari segi usia maupun daerah asal. Korban termuda berusia 19 tahun, seperti Aldo Nurrahmansyah asal Surakarta, Jawa Tengah, dan Jevon Joechil Jotham dari Karanganyar. Sementara korban tertua berusia 66 tahun, Imam Soeparno, warga Surabaya. Mayoritas korban berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta Kalimantan Selatan, dengan sejumlah nama dari Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, NTB, dan Banten.
Proses pemulangan jenazah ke keluarga sepenuhnya dibiayai oleh pihak manajemen Kapal Virgo. Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap para korban, meski belum ada keterangan resmi mengenai kompensasi lain atau hasil investigasi penyebab tenggelnya kapal.
"Kami mengimbau agar pihak yang keluarganya masih belum ditemukan ataupun menunggu proses identifikasi untuk bersabar," kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid.
Imbauan tersebut menegaskan bahwa proses identifikasi forensik tidak bisa dipercepat tanpa data yang memadai. Tim DVI masih memerlukan sampel DNA dari keluarga korban yang belum teridentifikasi, sehingga kerja sama dari pihak keluarga menjadi kunci percepatan.
Kasus tenggelamnya KM Virgo di Laut Jawa menjadi perhatian publik karena skala korban yang besar dan durasi pencarian yang panjang. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai kronologi pasti kecelakaan, apakah murni akibat cuaca ekstrem atau ada faktor kelalaian. Publik pun menanti hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atau pihak berwenang lainnya.
Dari sisi penanganan korban, koordinasi antara Polda Kalsel, tim DVI, dan manajemen kapal menunjukkan upaya serius dalam mengembalikan jenazah kepada keluarga. Namun, masih ada 13 keluarga yang belum bisa berduka secara tuntas karena jenazah anggota keluarganya belum teridentifikasi. Ketidakpastian ini menambah beban psikologis bagi mereka.
Ke depan, transparansi hasil investigasi dan kepastian kompensasi bagi seluruh korban akan menjadi ujian bagi manajemen Kapal Virgo dan otoritas terkait. Apakah proses identifikasi akan selesai dalam hitungan hari atau pekan, bergantung pada kecepatan keluarga menyerahkan sampel DNA. Yang jelas, tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi ratusan keluarga dan menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan pelayaran di perairan Indonesia.



