Abstract, Jaringan Layer-2 Ethereum Besutan Pudgy Penguins, Tutup Usai Bakar Puluhan Juta Dolar
Baca dalam 60 detik
- Abstract, blockchain layer-2 yang didukung Pudgy Penguins, menghentikan operasi pada 15 Desember 2026 setelah merugi puluhan juta dolar.
- Penutupan ini menjadikannya proyek layer-2 Ethereum kedua yang gulung tikar dalam sepekan, setelah Blast menyerah pada 2 Oktober.
- Kegagalan Abstract menyoroti sulitnya model bisnis chain non-finansial yang bergantung pada pendapatan aplikasi, bukan aktivitas on-chain.

Jaringan blockchain layer-2 Abstract, yang diluncurkan oleh perusahaan di balik merek koleksi digital Pudgy Penguins, memastikan diri menghentikan seluruh operasinya pada 15 Desember 2026. Keputusan ini diambil setelah perusahaan induk, Igloo, menanggung kerugian finansial yang disebut mencapai delapan digit dolar—setara puluhan juta dolar AS—selama sekitar 18 bulan masa pendanaan. Abstract menjadi jaringan layer-2 Ethereum kedua yang menutup layanan dalam kurun kurang dari sepekan, menyusul pengumuman serupa dari Blast pada 2 Oktober.
Pengguna diminta segera memindahkan aset mereka sebelum tenggat. Peringatan resmi menyebutkan bahwa dana yang masih tersimpan di jaringan setelah tanggal tersebut berpotensi tidak dapat diakses kembali. Langkah ini menandai berakhirnya ambisi Abstract untuk menjembatani penggemar budaya pop ke ekosistem kripto melalui aplikasi yang menghibur, bukan instrumen keuangan.
Abstract pertama kali beroperasi pada Januari 2025 dengan tesis bahwa basis penggemar Pudgy Penguins—yang telah merambah mainan, gim, dan merchandise di peritel besar seperti Walmart dan Target—bisa menjadi pintu masuk bagi konsumen awam ke aplikasi berbasis blockchain. CEO Igloo, Luca Netz, mengungkapkan bahwa pihaknya memilih tidak melanjutkan pendanaan chain karena tidak lagi bisa mengorbankan bisnis inti Pudgy Penguins. Ia juga menolak opsi menerbitkan token atau melakukan penawaran koin perdana (ICO) untuk mengumpulkan dana segar. “Bahkan setelah kehilangan delapan digit, kami bisa saja meluncurkan token atau ICO. Pada akhirnya kami memutuskan untuk tidak melakukannya,” tulis Netz di platform X.
Meski mencatatkan angka transaksi dan pendapatan aplikasi yang terbilang besar, Abstract tidak mampu mengubah aktivitas itu menjadi arus kas yang menutup biaya operasional. Model bisnis layer-2 memisahkan pendapatan aplikasi dari pendapatan chain: aplikasi bisa meraup biaya dari pengguna, sementara chain hanya menerima potongan kecil dari biaya transaksi. Data DefiLlama menunjukkan biaya chain Abstract dalam sehari terakhir hanya sekitar $3.900, sementara pendapatan aplikasi di atasnya mencapai $39.000. Selisih ini menjadi pukulan telak karena biaya tetap jaringan tetap harus dibayar.
Sejak awal, Netz memang mengarahkan para pengembang untuk tidak membangun aplikasi keuangan di Abstract. Ia secara eksplisit menyarankan agar pengembang DeFi memilih Berachain atau Arbitrum, dan menegaskan Abstract ingin fokus pada produk yang menghibur. Strategi ini awalnya terdengar visioner, tetapi justru membuat platform minim likuiditas. Pasar DeFi yang tipis, pertumbuhan yang stagnan, aktivitas institusional yang terbatas, serta basis pengguna yang tidak cukup dalam untuk menopang ekonomi jaringan menjadi alasan resmi penutupan.
“Kami tidak bisa lagi membenarkan pengambilan dana dari bisnis Pudgy Penguins,” ujar Luca Netz, CEO Igloo, dalam pernyataannya di X.
Penutupan Abstract terjadi hanya beberapa hari setelah Blast, jaringan layer-2 yang pernah mengumpulkan lebih dari $2 miliar deposit dan didukung dana besar seperti Paradigm, mengumumkan hal serupa. Blast beralasan biaya operasional melebihi pendapatan. Dua kegagalan dalam sepekan ini memunculkan pertanyaan serius tentang keberlanjutan ekonomi layer-2 Ethereum yang menjanjikan transaksi murah tanpa model pendapatan yang jelas.
Bagi pasar kripto Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa adopsi blockchain tidak cukup hanya mengandalkan komunitas dan hiburan. Banyak proyek lokal yang mengusung token komunitas atau NFT menghadapi tantangan serupa: mempertahankan likuiditas dan pendapatan berkelanjutan. Investor ritel di dalam negeri yang sempat melirik Abstract atau chain serupa perlu mencermati risiko likuiditas dan migrasi aset, terutama menjelang tenggat Desember. Otoritas jasa keuangan juga semakin gencar mengingatkan pentingnya due diligence pada aset kripto yang fundamental ekonominya tidak transparan.
Ke depan, fokus Igloo akan beralih sepenuhnya ke Pudgy Penguins, koleksi NFT, dan token PENGU. Namun, masa depan PENGU sebagai aset kripto masih akan diuji oleh sentimen pasar yang sedang tidak bersahabat terhadap proyek layer-2. Apakah penutupan Abstract akan mendorong konsolidasi di sektor layer-2, atau justru menjadi awal dari gelombang kegagalan berikutnya? Yang jelas, para pemegang aset di jaringan tersebut memiliki waktu kurang dari dua bulan untuk menyelamatkan dana mereka.



