Messi Tutup Karier Internasional dengan Air Mata di Monumental
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi mengakhiri perjalanan bersama timnas Argentina dalam laga emosional melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires.
- Pensiunnya Messi dari level internasional menandai berakhirnya era keemasan Argentina yang dipenuhi trofi bergengsi.
- Pertandingan dihentikan sementara pada menit ke-10 sebagai bentuk penghormatan kepada pemain ikonik bernomor punggung 10 tersebut.

Lionel Messi secara resmi menutup babak kariernya bersama tim nasional Argentina dalam pertandingan perpisahan yang berlangsung di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada Rabu (7/10) pagi WIB. Laga melawan Benin tersebut menjadi penampilan terakhir pemain berusia 39 tahun itu setelah memutuskan pensiun dari level internasional pada akhir Agustus lalu.
Keputusan pensiun Messi datang menyusul kegagalan Argentina mempertahankan gelar juara dunia setelah kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Kekalahan itu menjadi pemicu utama bagi La Pulga untuk mengakhiri kariernya di Tim Tango, meskipun ia telah menorehkan sejarah panjang bersama tim nasional.
Momen emosional terlihat sejak sebelum pertandingan dimulai. Dalam video yang beredar di media sosial, Messi terlihat menangis saat berada di dalam bus yang membawa para pemain menuju stadion. Ia menyeka air matanya dengan tisu dan tetap melambaikan tangan kepada para penggemar yang menyambut di sepanjang jalan. Tangisnya kembali pecah saat lagu kebangsaan Argentina, Himno Nacional Argentino, dikumandangkan. Pelatih Lionel Scaloni pun tampak berkaca-kaca menyaksikan momen tersebut.
Air mata Messi semakin deras ketika ia ditemani oleh ketiga putranya, Thiago, Mateo, dan Ciro, yang ikut masuk ke lapangan dan menyanyikan lagu kebangsaan bersama. Suasana haru kembali menyelimuti stadion ketika wasit Fernando Vejar menghentikan pertandingan pada menit ke-10. Penghentian selama satu menit itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Messi yang identik dengan nomor punggung 10.
"Ini adalah momen yang sangat emosional, tidak hanya bagi Messi tetapi juga bagi seluruh rakyat Argentina. Dia telah memberikan segalanya untuk tim ini," ujar seorang penggemar yang hadir di stadion.
Selama membela Argentina, Messi telah mencatatkan lebih dari 180 penampilan dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional. Pencapaiannya termasuk membawa Argentina meraih gelar Copa America 2021 dan 2024, Finalissima 2022, serta Piala Dunia 2022 di Qatar. Trofi Piala Dunia 2022 menjadi puncak karier internasionalnya setelah sekian lama dinanti.
Pensiunnya Messi menandai berakhirnya sebuah era di sepak bola Argentina. Pelatih Lionel Scaloni kini dihadapkan pada tugas berat untuk membangun kembali tim tanpa sosok yang telah menjadi ikon selama lebih dari satu dekade. Beberapa nama muda seperti Julián Álvarez dan Enzo Fernández diharapkan dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, momen perpisahan Messi ini juga menjadi refleksi tentang bagaimana seorang atlet besar mengakhiri kariernya dengan penuh haru. Banyak fans di Tanah Air yang tumbuh besar menyaksikan keajaiban Messi di lapangan, dan momen ini menjadi penutup yang emosional bagi generasi yang mengidolakannya.
Ke depan, pertanyaan besar muncul: siapa yang akan menjadi penerus Messi di timnas Argentina? Apakah La Albiceleste mampu mempertahankan dominasinya di kancah sepak bola dunia tanpa sang kapten? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti, warisan Messi akan terus dikenang dalam sejarah sepak bola.



