Aardman Animations Rayakan 50 Tahun: BBC Siapkan Dokumenter, Warisan Wallace dan Gromit Terus Hidup
Baca dalam 60 detik
- BBC dikabarkan tengah memproduksi film dokumenter berjudul Aardman At 50 untuk memperingati setengah abad studio animasi legendaris asal Bristol tersebut.
- Dokumenter ini diproduksi oleh Mitre Studios milik Ant McPartlin dan Dec Donnelly, menandai kolaborasi pertama mereka dengan BBC untuk proyek perayaan Aardman.
- Perayaan 50 tahun Aardman juga mencakup pameran di Bristol, instalasi imersif di London, dan proyek baru seperti serial Pokรฉmon serta Pingu versi stop-motion.

Studio animasi asal Bristol, Aardman Animations, bersiap menyambut usia emasnya. BBC dikabarkan tengah menggarap sebuah film dokumenter panjang berjudul Aardman At 50 yang akan tayang di BBC One, sebagai bentuk penghormatan atas lima dekade kontribusi studio tersebut bagi industri animasi dunia.
Menurut laporan British Comedy Guide, proyek ini digarap oleh Mitre Studios, rumah produksi milik duo presenter ternama Ant McPartlin dan Dec Donnelly. Langkah ini menandai keterlibatan mereka dalam produksi dokumenter perayaan yang menyoroti perjalanan Aardman sejak didirikan pada 1976 oleh Peter Lord dan David Sproxton.
Aardman bukan nama asing bagi pecinta animasi. Studio ini melahirkan karakter ikonik seperti Wallace dan Gromit, Morph, Shaun the Sheep, serta film Chicken Run. Titik balik besar terjadi pada 1985 ketika Nick Park bergabung, membawa serta gaya khas stop-motion yang kemudian mendunia. Wallace dan Gromit pun menjadi wajah utama studio, dengan petualangan mereka yang penuh humor dan sentuhan khas Inggris.
Kabar dokumenter ini muncul setelah serangkaian perayaan lain digelar. Sejak Juni hingga September, Bristol menjadi tuan rumah pameran Cracking Exhibition Gromit: 50 Years of Aardman di M Shed. Pada 14 Oktober mendatang, sebuah pengalaman imersif 360 derajat bertajuk Larger Than Life: Starring Wallace Gromit, Shaun and More akan dibuka di Lightroom, London. Museum Young V+A di kota yang sama juga menampilkan koleksi model tanah liat, properti, dan memorabilia lainnya.
Di balik kesuksesan itu, Aardman tetap setia pada akar seninya: stop-motion dan tanah liat. Namun, studio tidak menutup diri terhadap teknologi baru. Sutradara Merlin Crossingham menjelaskan pendekatan mereka. "Kami mulai dengan stop-motion dan menempatkannya di depan kamera. Jika cerita membutuhkan sesuatu yang tidak bisa dicapai dengan stop-motion, kami mencari alternatif," ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim CG dan efek visual internal Aardman tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga artistik, sehingga hasilnya tetap terasa menyatu dengan film.
"Sebagai mahasiswa, saya ingin dia pergi ke bulan bersama Gromit, tapi saya tidak bisa memikirkan alasannya. Baru kemudian, karena saya mengerjakan adegan pertama terakhir, saya berpikir: 'Tentu saja, bulan itu terbuat dari keju!' Dan itu menjadi obsesi di semua film," kenang Nick Park tentang asal-usul kecintaan Wallace pada keju, seperti dikutip Metro.
Warisan Aardman juga terus berkembang. Studio ini tengah menyiapkan serial Pokรฉmon berjudul The Misadventures of Sirfetch'd Pichu yang dijadwalkan tayang pada 2027, serta serial Pingu versi stop-motion bekerja sama dengan Mattel. Langkah ini menunjukkan bahwa Aardman tidak hanya bernostalgia, tetapi juga berinvestasi pada masa depan.
Bagi Indonesia, fenomena Aardman bisa menjadi cermin bagaimana karya animasi berbasis kearifan lokal mampu menembus pasar global. Karakter Wallace dan Gromit yang kental dengan budaya Inggris membuktikan bahwa identitas budaya justru menjadi daya tarik universal. Industri animasi Tanah Air, yang tengah tumbuh dengan karya seperti Si Juki dan Battle of Surabaya, dapat belajar dari konsistensi Aardman dalam menjaga gaya visual dan narasi selama puluhan tahun.
Dengan dokumenter yang akan datang, pertanyaannya: akankah Aardman tetap relevan di tengah gempuran animasi digital? Atau justru stop-motion dan cerita yang hangat akan semakin dicari di era yang serba cepat ini? Publik menantikan jawabannya di layar BBC One.



