Komik Horor 'Something Is Killing the Children' Diadaptasi Jadi Card Game, Kickstarter 2027
Baca dalam 60 detik
- Tiny Onion mengumumkan Something Is Killing the Children: A Gridstorm Game, card battler 1v1 berbasis komik horor laris karya James Tynion IV dan Werther Dell'Edera.
- Game ini akan diluncurkan melalui Kickstarter pada 2027, menandai ekspansi waralaba Slaughterverse ke medium tabletop setelah sukses di komik, novel, Webtoon, dan proyek film.
- Kartu perdana Erica Slaughter akan hadir lebih dulu sebagai bonus edisi khusus komik #50 pada 7 Oktober, sebelum game utama dirilis.

Jakarta โ Dunia komik horor Something Is Killing the Children segera merambah meja permainan. Tiny Onion, perusahaan produksi yang didirikan oleh penulis James Tynion IV, resmi mengumumkan Something Is Killing the Children: A Gridstorm Game, sebuah permainan kartu taktis satu lawan satu yang dijadwalkan tayang di platform crowdfunding Kickstarter pada 2027. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Polygon dan menandai langkah baru waralaba tersebut ke ranah tabletop.
Permainan ini dirancang oleh Wayves Creative Co. dengan ilustrasi dari Werther Dell'Edera, seniman yang selama ini menggarap komiknya. Berbeda dari adaptasi digital, Gridstorm menawarkan pengalaman kompetitif di atas meja dengan medan perang berbasis grid. Pemain dituntut memadukan strategi posisi dan efek kartu spesifik karakter untuk memastikan siapa yang bertahan hidup. Setiap dek akan memuat deretan karakter dan monster dari jagat Slaughterverse yang terus berkembang.
Keputusan mengangkat komik ke meja permainan bukan tanpa alasan. Sejak debutnya pada 2019 sebagai miniseri lima edisi, Something Is Killing the Children telah tumbuh menjadi fenomena. Hampir 50 edisi kemudian, waralaba ini melahirkan spin-off House of Slaughter, sebuah novel, adaptasi Webtoon, crossover dengan DC, serta proyek film dan animasi yang digarap Blumhouse. Ekspansi ke card game menjadi konfirmasi bahwa Slaughterverse telah bertransformasi dari cerita bulanan menjadi ekosistem hiburan multi-platform.
Michael Walsh, CEO Wayves sekaligus salah satu kreator Exquisite Corpses: The Game dari Tiny Onion, mengaku antusias dengan proyek ini. Menurutnya, kolaborasi dengan Tynion, Dell'Edera, BOOM!, dan Tiny Onion merupakan pencapaian impian. Ia menilai integrasi antara komik dan permainan kartu kompetitif akan memberi pengalaman unik bagi penggemar, terutama dalam mengoleksi dan menyusun dek berisi karakter favorit.
"Saya melihat setiap 15 edisi Something Is Killing the Children sebagai semacam novel Erica Slaughter tersendiri," ujar Tynion dalam wawancara dengan Polygon, menggambarkan struktur komiknya yang lebih menyerupai waralaba genre panjang daripada seri bulanan konvensional. Ia menyamakan Erica dengan Hercule Poirotโfigur berulang yang membawa pembaca ke tragedi baru, bukan selalu mendominasi cerita.
Pendekatan naratif itu membuat keputusan game untuk membiarkan pemain menjelajahi kedua sisi konflik terasa organik. Tynion sendiri menyatakan bahwa timnya sengaja merahasiakan proyek ini hingga pengumuman resmi. "Kami menahan kartu kami rapat-rapat untuk yang satu ini," ujarnya dalam pernyataan tertulis.
Menariknya, kartu pertama justru hadir sebelum game utama. Sebuah kartu koleksi Erica Slaughter akan disertakan secara eksklusif dalam edisi Something Is Killing the Children #50 Cover C blind-bag yang mulai dijual di toko komik pada 7 Oktober. Kartu yang sama juga dapat diperoleh di booth Tiny Onion selama New York Comic Con akhir pekan ini. Langkah ini efektif membangun antisipasi sekaligus mengikat basis penggemar setia komik.
Bagi pasar Indonesia, fenomena ini mencerminkan pergeseran lanskap hiburan di mana kekayaan intelektual komik tidak lagi berhenti di halaman cetak. Tabletop game dan card game kompetitif tengah naik daun di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, dengan komunitas yang aktif menggelar turnamen lokal. Masuknya Slaughterverse ke ranah ini berpotensi memperluas demografi penggemar horor di Tanah Air, meski distribusi fisik dan harga Kickstarter bisa menjadi tantangan tersendiri. Peluang lokalisasi bahasa Indonesia dan komunitas fan-made mungkin muncul jika antusiasme tinggi.
Dengan jadwal Kickstarter yang masih dua tahun lagi, pertanyaannya kini apakah model crowdfunding mampu memenuhi ekspektasi tinggi penggemar, terutama mengingat kompleksitas mekanisme grid dan janji integrasi mendalam dengan cerita komik. Jika sukses, Gridstorm bisa menjadi cetak biru bagi adaptasi tabletop waralaba komik lain di masa depan.



