Bluetti Pangkas Harga FridgePower Jadi Rp13,6 Juta, Solusi Backup Listrik Kulkas Saat Mati Lampu
Baca dalam 60 detik
- Bluetti FridgePower, power station khusus kulkas, didiskon dari $1.499 menjadi $850 selama Prime Big Deal Days Amazon.
- Perangkat ini menawarkan desain ramping dan otomatisasi pass-through, mampu memasok daya kulkas hingga 18 jam saat pemadaman.
- Peluang bagi konsumen Indonesia yang sering mengalami listrik tidak stabil, meski harga masih tergolong premium.

Bluetti, produsen penyimpanan energi asal China, memangkas harga FridgePower—power station yang dirancang khusus untuk melindungi kulkas dari pemadaman listrik—dari $1.499 menjadi $850 dalam ajang Prime Big Deal Days Amazon. Harga ini merupakan yang terendah sejak perangkat tersebut diluncurkan, dan berlangsung hingga persediaan habis. Bagi rumah tangga yang kerap menghadapi listrik tidak stabil, perangkat ini menawarkan solusi backup otomatis tanpa perlu merogoh kocek untuk sistem seluruh rumah yang harganya bisa puluhan juta rupiah.
FridgePower pertama kali dipasarkan Bluetti pada awal 2024, disusul BioLite dan Jackery dengan produk serupa. Keunggulannya terletak pada desain ramping—lebih lebar dan dalam ketimbang tinggi—sehingga mudah diletakkan di atas kulkas atau ditempel di dinding. Sistem ini bekerja seperti UPS pada komputer: kulkas dicolokkan ke perangkat, dan saat listrik padam, pasokan daya beralih ke baterai dalam hitungan detik. Ketika listrik kembali menyala, perangkat mengisi ulang baterai secara otomatis dari sumber AC, meski juga tersedia konektor untuk panel surya.
Dalam pengujian yang dilakukan jurnalis teknologi, FridgePower mampu menjaga kulkas tetap dingin selama sekitar 18 jam saat pemadaman, dan bisa lebih lama jika pengguna menambahkan baterai ekstra. Perangkat ini juga fleksibel untuk peralatan lain seperti pompa filter akuarium, freezer terpisah, alat medis, atau pompa sump 120 volt. Namun, keterbatasan pada voltase 240 volt membuatnya tidak cocok untuk peralatan berdaya besar seperti AC atau kompor listrik.
"Ini adalah perangkat 'set and forget'—Anda tidak perlu menyalakannya manual setiap kali listrik mati," ujar penguji dari Yahoo Tech, menggarisbawahi keunggulan otomatisasi dibanding power station portabel biasa.
Bagi konsumen Indonesia, daya tarik FridgePower terletak pada relevansi dengan kondisi kelistrikan domestik. Pemadaman bergilir masih terjadi di sejumlah daerah, terutama di luar Jawa, dan kualitas listrik yang tidak stabil dapat merusak kompresor kulkas. Dengan harga sekitar Rp13,6 juta, perangkat ini memang tidak murah, tetapi jauh lebih terjangkau dibanding sistem backup seluruh rumah yang bisa menembus Rp100 juta. Pasar energi rumahan di Indonesia sendiri mulai tumbuh, ditandai dengan meningkatnya penjualan power station portabel untuk camping dan darurat.
Meski demikian, adopsi di Indonesia menghadapi tantangan: ketersediaan layanan purna jual, kompatibilitas dengan colokan listrik lokal, dan daya beli. Bluetti sendiri belum memiliki distributor resmi di Indonesia, sehingga konsumen harus mengimpor sendiri atau membeli melalui marketplace dengan garansi terbatas. Jika produsen seperti Bluetti atau Jackery melihat potensi pasar Asia Tenggara, bukan tidak mungkin mereka akan membuka kanal distribusi resmi, yang dapat menekan harga dan memperluas jangkauan.
Ke depan, segmen power station khusus peralatan rumah tangga diprediksi semakin ramai. BioLite dan Jackery tengah mengembangkan produk serupa, dan persaingan dapat mendorong inovasi serta penurunan harga. Pertanyaannya, akankah perangkat semacam ini menjadi standar baru di rumah tangga modern, atau tetap menjadi barang mewah bagi sebagian besar konsumen di negara berkembang?



